BLORA – Penjualan Beras di Pasar Sidomakmur Stabil Meski Diterpa Isu Beras Oplosan.
Penjualan beras premium dan lokal di Pasar Sidomakmur, Kabupaten Blora, tetap stabil meski diterpa isu beras oplosan. Namun demikian, harga beras tetap mengalami kenaikan.
Syahrul Amir Yahya, salah satu pedagang beras, mengaku sudah mendengar isu beras oplosan sejak beberapa hari lalu. Namun, ia memastikan belum ada kasus serupa di Blora.
Baca Juga: Pendapatan E-Parkir Pasar Sidomakmur Blora Melejit, Tembus Rp 10 Juta per Hari!
“Jadi belum ada dampaknya ke saya. Penjualan juga masih stabil, meskipun harga terus naik,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa harga beras memang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, meski dalam jumlah yang kecil.
Untuk beras premium, kenaikan harga berada di kisaran Rp 100 hingga Rp 200 per hari.
“Harga sebelumnya Rp 15 ribu, sekarang naik jadi Rp 15.200 untuk yang paling premium. Sedangkan beras biasa dari Rp 13 ribu naik menjadi Rp 13.500,” ujarnya.
Syahrul menambahkan, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak sekitar dua minggu lalu.
Ia menyebutkan bahwa pasokan beras premium berasal dari Klaten, sedangkan beras biasa berasal dari wilayah Blora.
“Alhamdulillah, meski ada berita soal beras oplosan, tidak berdampak pada jumlah pembeli. Biasanya pembeli memang sudah langganan dan cocok dengan kualitas beras di kios kami. Untuk beras premium biasanya dibeli oleh pihak katering, sedangkan beras biasa oleh masyarakat umum,” tuturnya.
Sementara itu, Dewi, salah satu pembeli beras, mengaku sempat merasa khawatir dengan beredarnya kabar soal beras oplosan.
Namun, ia menyiasatinya dengan tetap membeli beras di toko langganannya.
“Yang penting percaya saja sama toko beras yang sudah langganan. Saya biasa beli beras biasa, dan sekarang harganya naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13.500,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga beras tersebut sudah disampaikan oleh penjual sejak minggu lalu.
Oleh karena itu, Dewi memutuskan membeli dalam jumlah lebih banyak untuk stok di rumah.
“Biasanya beli enam kilogram untuk lima hari. Jadi sekarang harus beli banyak sekalian,” ucapnya. (ari)
Editor : Mahendra Aditya