Pasalnya, Kementerian Sosial telah memberikan nama resmi Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 yang ada di Blora.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, kesiapan peresmian sekolah rakyat masih menunggu koordinasi Kementerian.
Sementara untuk jadwal launching serentak itu 14 Juli.
”Untuk nomenklatur resmi nama sekolah rakyat sudah ada. Namanya Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Blora,” ucapnya.
Ia menambahkan, sampai saat ini untuk pembangunan sekolah sudah selesai.
Rampung kontrak pembangunan itu 10 Juli dan selanjutnya dilakukan penandatanganan pinjam pakai oleh kepala daerah.
”Untuk tenaga kependidikan itu tanggung jawab Kemendikdasmen. Sampai saat ini ada 17 guru yang sudah terlapor,” ucapnya.
Ia menambahkan, untuk sekolah rakyat itu tingkat SMA. Koordinasi tetap pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Tri Yuli Setyoningrum, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas Blora mengatakan, untuk kurikulum sama dengan SMA pada umumnya yakni kurikulum merdeka.
Namun, akan ada tambahan muatan khusus berupa kepemimpinan dan life skill.
”Sekolah rakyat nanti juga akan menerapkan sistem pembelajaran digital," ujarnya.
"Setiap siswa direncanakan akan mendapat perangkat teknologi,” jelasnya. (Arif Fakhrian Khalim)
Editor : Ali Mustofa