BLORA – Keterbatasan panjang runway di Bandara Ngloram menjadi ganjalan besar bagi pengembangan konektivitas udara di Blora.
Akibat landasan pacu yang terlalu pendek, pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 tidak bisa mendarat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pun bergegas mengajukan usulan perpanjangan runway ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang dijadwalkan dilakukan hari ini.
Langkah ini diambil demi membuka peluang penerbangan langsung, khususnya untuk keperluan ibadah umrah, serta mengaktifkan kembali fungsi optimal Bandara Ngloram yang selama ini belum maksimal dimanfaatkan.
Baca Juga: 80 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Blora, Program Tahunan Dinilai Terlalu Lambat
Targetkan Penerbangan Langsung ke Arab Saudi
Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan Sumber Daya Alam (IKPSDA) Bappeda Blora, Yudi Kristiawan, menyampaikan bahwa usulan tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Blora.
“Salah satu prioritas usulan kami adalah perpanjangan runway di Bandara Ngloram agar pesawat sekelas Boeing 737 bisa mendarat.
Ini sangat krusial untuk membuka jalur penerbangan langsung, termasuk untuk jamaah umrah dari Blora dan sekitarnya,” ujarnya, Senin (17/6).
Yudi menambahkan, saat ini panjang landasan pacu Bandara Ngloram hanya 1.500 meter dengan lebar 30 meter.
Baca Juga: Bentuk Koperasi, Aspenda Blora Dukung Arah Ekonomi dari Oligarki ke Kerakyatan
Sedangkan untuk dapat didarati pesawat Boeing 737, diperlukan minimal panjang runway 2.000 meter dan lebar 45 meter.
“Dengan spesifikasi yang ada sekarang, Bandara Ngloram hanya mampu melayani pesawat kecil.
Jika runway diperpanjang, warga Blora bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus ke Semarang atau Solo terlebih dahulu,” imbuhnya.
Koordinasi dengan Bandara dan Kementerian Perhubungan
Pemkab Blora juga telah menjalin koordinasi dengan pihak Bandara Ngloram untuk memastikan dukungan teknis terhadap rencana tersebut.
Jika disetujui, pembangunan runway akan menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.
“Perpanjangan ini sudah sesuai standar operasional penerbangan pesawat besar.
Harapannya, Bandara Ngloram bisa kembali aktif secara penuh dan mendukung mobilitas masyarakat, baik domestik maupun internasional,” ujar Yudi.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab Blora, pihak imigrasi, dan Kementerian Perhubungan akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Selain membuka jalur penerbangan, pengembangan ini juga diyakini bisa mengangkat potensi ekonomi Blora melalui sektor transportasi dan pariwisata. (Arif Fakhrian Khalim)
Editor : Mahendra Aditya