Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggap Darurat! Sumur Minyak Menyembur di Kedinding Blora, Material Lumpur dan Minyak Mengalir ke Sungai

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 7 Juni 2025 | 02:07 WIB

 

RESPON:Proses penutupan sumur minyak tua yang menyembur
RESPON:Proses penutupan sumur minyak tua yang menyembur

BLORA – Semburan lumpur bercampur minyak dari salah satu sumur di Dukuh Kedinding, Kecamatan Kedungtuban, membuat geger warga setempat.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi (6/6/2025) sekitar pukul 09.15 WIB, saat tiba-tiba muncul aliran lumpur yang cukup deras menuju Sungai Kedinding.

Perusahaan pengelola, PTK-Vell Blora Energy, bergerak cepat menutup sumur yang menyembur tersebut demi mencegah pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Menurut pantauan di lokasi, sumur minyak itu ditutup secara darurat menggunakan drum bekas. Namun, minyak mentah tetap terlihat mengalir ke area lahan jagung di sekitarnya.

Baca Juga: Macet Parah di Muzdalifah, Jamaah Haji Kudus Tempuh 6 Km Jalan Kaki ke Mina

Semburan Didahului Suara Aneh

Seorang warga Dukuh Wito, yang menyaksikan langsung kejadian ini, mengungkapkan bahwa sebelum semburan terjadi, terdengar suara aneh seperti "blekutuk-blekutuk" dari dalam tanah.

"Setelah itu langsung keluar lumpur dari beberapa titik. Total ada tiga titik semburan, lalu merembet ke sumur lainnya dan mulai mengeluarkan minyak mentah," jelasnya.

Warga tersebut juga menyebut bahwa sumur yang menyembur ini sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa, namun dalam skala lebih kecil.

"Kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya, tapi kali ini volumenya lebih kecil," tambahnya.

Baca Juga: Rotasi Besar-besaran, Bupati Pati Sudewo Geser 14 Kepala Dinas, Ini Nama-Namanya

Warga Tampung Minyak, Petugas Fokus Penanganan

Meski sumur telah ditutup darurat, minyak masih sempat mengalir di sekitar area pertanian.

Sejumlah warga terlihat mencoba menampung minyak mentah ke dalam jeriken berkapasitas 1.000 liter dan galon air mineral.

Aksi ini berlangsung sembari petugas dari PTK-Vell Blora Energy melakukan penanganan cepat di lokasi.

Reno, selaku perwakilan dari bagian Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PTK-Vell Blora Energy, saat dikonfirmasi di lokasi menyebutkan bahwa semburan ini disebabkan oleh faktor alam serta praktik pengeboran ilegal.

“Ini kombinasi antara bencana alam dan aktivitas pengeboran ilegal. Untuk saat ini, kami fokus dulu pada penanganan semburan minyak agar tidak semakin meluas,” ujar Reno singkat.

Langkah Lanjut dan Potensi Dampak

Belum diketahui secara pasti berapa volume minyak yang telah mengalir, maupun dampak jangka panjang terhadap tanah dan air di wilayah tersebut.

Warga berharap agar pemerintah dan pihak perusahaan segera menindaklanjuti dengan langkah serius dan transparan.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada potensi bahaya pengeboran tidak resmi dan pentingnya pengawasan ketat terhadap eksplorasi energi di kawasan permukiman dan pertanian.

Editor : Mahendra Aditya
#Kedinding Blora #blora #sumur minyak