Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waduh! Tren Peminat SD Negeri di Blora Cenderung Terus Menurun, Diduga karena Faktor Ini

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:05 WIB
PEMBELAJARAN: Siswa SDN 1 Kunden sedang melakukan kegiatan belajar di dalam kelas belum lama ini.
PEMBELAJARAN: Siswa SDN 1 Kunden sedang melakukan kegiatan belajar di dalam kelas belum lama ini.

BLORA - Masih banyak pekerjaan rumah harus dilakukan Pemkab Blora untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di sekolah dasar (SD) negeri.

Sebab, tahun lalu ada tren peminat SD negeri cenderung terus menurun.

Bupati Blora Arief Rohman mengaku heran dan pernah menemui sekolah negeri yang kalah dengan sekolah swasta berbasis agama.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan SK pengangkatan kepala sekolah di  Pemkab Blora belum lama ini.

”Di salah satu desa, saya temui sekolah negerinya justru kalah dengan sekolah swasta. Padahal, guru-gurunya dibiayai negara. Kurang apa lagi?” ungkapnya.

Ia menyampaikan, sekolah negeri saat ini kurang berinovasi.

Berbeda dengan sekolah swasta yang lebih mampu menampilkan keunggulan dan memberi nilai tambah bagi orang tua.

”Orang tua cenderung memilih sekolah yang punya kelebihan. Kalau sekolah negeri tidak berinovasi, ya akan ditinggalkan,” tegasnya.

Bahkan, Bupati Blora Arief Rohman mengaku anak-anaknya sendiri, lebih memilih sekolah swasta karena merasa ada kekurangan di sekolah negeri.

”Maka dari itu kami titip kepemimpinan panjenengan semua. Kualitas dan arah sekolah ada di tangan kepala sekolah,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Blora Sunaryo mengatakan, untuk saat ini mengutamakan dalam membahas program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) di seluruh sekolah baik jenjang dini, sekolah dasar dan sekolah menengah.

Jika ada sekolah negeri di suatu desa yang lebih sedikit daripada suatu desa itu akan segera dilakukan evaluasi.

”Kami saat ini fokus untuk sekolah negeri jangan sampai ada yang jumlah rombongan belajarnya kurang. Jika kurang dari jumlah rombel yang ditentukan, maka akan ada regrouping. Regrouping juga akan dilakukan jika ada sekolah yang berdekatan,” jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Per wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora Siswanto mengatakan, ada dua hal yang perlu dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, pemetaan sekolah berbagi agama dan inovasi sekolah negeri.

Banyak orang tua yang lebih memilih sekolah swasta karena ada pelajaran agama yang lebih baik dari dan tidak didapatkan di sekolah negeri.

”Namun, kini kan Bupati Blora Arief Rohman punya program SSN, maka dinas pendidikan dan kepala sekolah negeri harus melaksanakan sebaik mungkin. Perlu adanya penguatan ke sekolah negeri untuk ditambah ilmu-ilmu berbasis agama agar orang tua ini tertarik menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri,” ucapnya. (Arif Fakhrian Khalim)

Editor : Ali Mustofa
#sekolah dasar #pemkab #blora #arief rohman #Peminat SD Negeri