BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus memantau kesehatan hewan ternak.
Sebab, penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) masih merebak di Blora. Data sejak Januari sampai Juni, sudah ada 52 kasus kematian ternak.
Terlebih, saat ini sedang persiapan untuk kurban, Pemkab Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) terus melakukan pemantauan, pemeriksaan, dan pengecekan. Mulai di peternak, pasar, dan di pedagang hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora Rasmiyana menyebut, intensitas pemeriksaan, pengecekan, dan pemantauan makin kencang seiring mendekati Idul Adha.
Guna memastikan semua hewan kurban di Blora bebas dari penyakit.
”Kami selalu mewaspadai sapi kurban di peternak, pedagang, pengepul, dan di pasar. Karena di Blora masih ditemukan kasus PMK dan LSD," jelasnya.
Menurutnya, dari Januari hingga Juni, untuk kasus PMK tercatat ada 731 kasus. Dari jumlah itu, ada 52 ekor yang sampai mati.
Selain itu, ada lima ekor yang terpaksa dipotong karena juga kena PMK. Kemudian 659 ekor berhasil sembuh.
”Sisa kasus sejauh ini masih 15 ekor," bebernya.
Sementara untuk kasus LSD, tercatat sejauh ini ada 135 kasus. Beruntung untuk kasus ini, tak ada hewan yang sampai mati.
”Jadi mayoritas penyakit-penyakit ini menyerang sapi. Kalau kambing jarang," paparnya.
Untuk itu, pihaknya mewanti-wanti pada peternak, pedagang, dan pengepul agar selalu rutin menjaga kebersihan kandang.
Selain itu, memberi makan dengan teratur, hingga rutin menyemprotkan desinfektan.
”Ini untuk mencegah sebaran virus. Karena bisa menular ke ternak lain," imbaunya. (Eko Santoso)
Editor : Ali Mustofa