Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lagi, BUMD BWU Blora Tak Setor Dividen, Apa Masalahnya?

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 31 Mei 2025 | 17:02 WIB

 

MANGKRAK: Salah satu lini usaha dari Perumda Blora Wira Usaha (BWU) yang mati suri.
MANGKRAK: Salah satu lini usaha dari Perumda Blora Wira Usaha (BWU) yang mati suri.
BLORA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora Wira Usaha (BWU) tak bisa setor dividen. Hal ini mengulang tahun-tahun sebelumnya.

BUMD tersebut masih terseok-seok dan belum memberikan hasil apapun bagi Pemda.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Blora, Puji Ariyanto menyebut jika dari keseluruhan BUMD di Blora hanya satu yang sejauh belum bisa setor dividen. Yakni BWU.

"Iya satu yang belum bisa setor dividen. Hanya Blora Wira Usaha," katanya.

Menurutnya ketidakmampuan BWU memberikan dividen lantaran perumda tersebut belum sehat. Saat ini masih belum berjalan optimal.

"Kondisinya belum sehat. Dalam tahap pembenahan," paparnya.

BWU sendiri sebenarnya memiliki beberapa lini usaha. Seperti apotek, bengkel dan percetakan. Namun ketiganya mati suri.

Selain itu, persoalan lain adalah bahwa BWU juga memiliki peninggalan utang sekitar Rp 1 miliar lebih dari direksi lama.

Menurutnya secara umum kinerja BUMD sudah bagus. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMD Blora tahun 2024, menunjukkan peningkatan kinerja keuangan.

"Selama lima tahun (2020 - 2024) BUMD sudah setor deviden ke Pemkab sebesar Rp 405 miliar," tambahnya.

Dengan penyertaan modal ke BUMD selama ini sebesar Rp 95 miliar berarti ada peningkatan asset empat kali dari modal.

Sehingga angka Return Of Assets (ROA) BUMD Blora terhitung ROA yang tinggi.

RUPS dipimpin langsung oleh Bupati Blora Arif Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini.

Dalam RUPS BUMD dibahas 2 agenda utama yaitu  realisasi kinerja tahun 2024 dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BUMD tahun 2025.

Bupati Blora Arief Rohman menyebut saat ini BWU memiliki tantangan untuk bisa bangkit. Lantaran kondisinya masih kurang baik.

“Memang BWU ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja, tetapi potensinya (tetap) ada ya,”imbuhnya.

Ada banyak potensi yang masih bisa dioptimalkan. Termasuk membuat lini usaha baru agar badan usah milik usaha milik daerah (BUMD) tersebut bisa berkontribusi banyak menaikkan PAD.

‘’Ibaratnya BUMD palugada. Bisa melakukan apa saja. Seperti usaha yang ada itu adalah apotek, nanti bagaimana jajaran direksi yang baru ini berinovasi. Misalnya, mungkin apotek buka 24 jam, lalu jemput bola, kan kita ada kebutuhan obat untuk puskesmas, rumah sakit, kita bisa bersinergi untuk itu,” jelasnya. (Eko Santoso)

Editor : Ali Mustofa
#pemkab #blora #Dividen #perumda #bumd #pemda