Dia yang dilantik oleh Bupati Blora Arief Rohman ini, bertugas mendukung ketahanan pangan.
Bupati Arief Rohman mengaku senang dan siap mendukung Komisi Irigasi untuk mendukung program swasem bada pangan. Selaras dengan program pusat dan Provinsi Jawa Tengah.
”Kemarin kami baru saja mengikuti Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan, fokus pembangunan 2026 nanti adalah ketahanan pangan beserta infrastruktur pendukungnya,” ucapnya.
Bupati berharap, agar Komisi Irigasi dapat memaksimalkan peran dalam optimalisasi fungsi irigasi di Kabupaten Blora.
Selain perawatan yang sudah ada, juga bisa memetakan potensi irigasi mana yang bisa dibangun baru agar bisa di ajukan ke provinsi maupun pusat.
”Berdasarkan data, di Kabupaten Blora ada 183 daerah irigasi. Misalnya, Daerah Irigasi (DI) Gabus di wilayah Blora Kota bisa mengairi 345 hektare sawah, tolong dimaksimalkan dan begitu juga di daerah lain,” ujarnya.
Ia juga meminta jika ada wilayah yang potensi dibangunkan irigasi baru untuk tolong dipetakan.
Agar nanti bisa dicek dan diusulkan ke provinsi maupun pusat, mumpung saat ini fokus pada ketahanan pangan.
”Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) bisa sinergi, menyinkronkan apa yang bisa dikerjasamakan dengan Komisi Irigasi dan Dinas Teknis," ujarnya.
"Tolong kekompakannya dan alhamdulillah kalau dari sisi padi Blora sudah lima besar se-Jateng. Tinggal bagaimana untuk bisa ditingkatkan dan dipertahankan. Tinggal mengembangkan potensi komoditas lain,” tuturnya.
Kepala Bapperida Blora A. Mahbub Djunaedi menyatakan kesiapan untuk menakhodai Komisi Irigasi Kabupaten Blora.
”Ini komisi mulia untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dari Kabupaten Blora. Ini tugas yang mulia, untuk sesarengan mewujudkan Blora yang berkecukupan pangan dengan irigasi yang baik. Sehingga Blora bisa menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan nasional,” ungkapnya. (Arif Fachrian Khalim)
Editor : Ali Mustofa