BLORA - Polisi sedang memburu pelaku pembuangan bayi yang ditemukan seorang penggembala sapi pada Jumat (4/04) lalu.
Bayi laki-laki yang baru umur sehari itu ditemukan di kawasan hutan Perhutani Petak 6003, RPH Klopo Duwur, BKPH Blungun, KPH Cepu.
Tepatnya di bawah semak-semak tepi jalan turut tanah Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto turut prihatin atas hal tesebut.
Bahkan ia bersama sang istri, turut menjenguk bayi tersebut langsung di RSUD Blora sembari berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
"Saya dan istri sudah melihat kondisi bayi secara langsung, dan saat ini bayi dalam perawatan intensif di RSUD Blora dengan kondisi stabil,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.
Pihaknya tak akan tinggal diam. Segera melakukan penyelidikan untuk mencari tahu asal-usul bayi serta pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran ini.
"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. Jika ada hal lain yang perlu diperbaiki atau ditambahkan, silakan beri tahu saya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi masih hidup dengan ari-ari yang masih menempel.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Harno karyawan Perhutani yang menjabat sebagai KRPH Klopo Duwur.
Harno, yang beralamat di Dukuh Sambong RT 002 RW 003, Desa Jajang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, menerima informasi melalui telepon dari warga Desa Semanggi sekitar pukul 10.00 WIB saat sedang bertugas piket di Pos Perhutani Ngodo.
"Saya mendapat kabar dari masyarakat bahwa ada bayi ditemukan di semak-semak kawasan hutan. Saya langsung menuju lokasi untuk memastikan,” ujar Harno.
Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), Harno mendapati sejumlah warga telah berkumpul, termasuk tiga saksi.
Mereka menyaksikan bayi tersebut dalam kondisi hidup. (tos)
Editor : Ali Mustofa