BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora segera mengirim proposal pinjaman ke bank.
Pengajuan pinjaman itu berkisar Rp 215 miliar yang akan digunakan membangun infrastruktur jalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menyebut, pasca-Lebaran pihaknya akan gerak cepat.
Mengirim proposal pengajuan pinjaman ke berbagai bank. Baik bank BUMN hingga swasta.
”Ditujukan ke direktur bank masing-masing. Cuma dikirim ke bank yang ada di sini (Blora, Red). Segera setelah Lebaran,” katanya.
Beberapa bank yang jadi sasaran pengajuan peminjaman tersebut, meliputi BRI, BNI, Bank Mandiri, hingga Bank Jateng.
”Setelah itu (mengirim proposal pinjaman, Red) kami akan menunggu ba lasan. Kemudian kami koordinasi dengan KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) dan akan menilai dan merangking,” tuturnya.
Penilaian akan melihat sejauh mana bunga bank dari masing-masing perbankan, sehingga diketahui mana yang termurah dan ringan.
Terkait langkah usulan peminjaman sendiri sudah disepakati Ketua DPRD Kabupaten Blora Mustopa.
Hal itu menurutnya, demi mendorong jalan-jalan rusak segera teratasi.
Dengan begitu, ia merestui rencana Pemkab Blora untuk memperbaiki infrastruktur jalan melalui pinjaman daerah senilai Rp 215 miliar.
”Pinjaman ini sudah dibahas bersama Dinas PU dan TAPD, mencakup 28 titik jalan di seluruh kecamatan,” ujar Mustopa.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah strategis untuk menangani jalan rusak yang menjadi kewenangan Pemkab Blora.
Tentu dengan jumlah yang proporsional. Dihitung berdasarkan kemampuan APBD Blora untuk membayar pinjaman dalam waktu 2-3 tahun. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa