Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Terlengkap Mitos Prabu Brawijaya V yang Melarang Warga Cepu Blora dan Bojonegoro Mendaki Gunung Lawu

Noor Syafaatul Udhma • Selasa, 18 Maret 2025 | 18:37 WIB
Illustrasi Prabu Brawijaya V yang moksa di Gunung Lawu.
Illustrasi Prabu Brawijaya V yang moksa di Gunung Lawu.

RADAR KUDUS – Tak disangka di Cepu Blora dan Bojonegoro memiliki mitos yang terkenal. Yakni Mitos larangan warga Cepu Blora dan Bojonegoro mendaki Gunung Lawu.

Mitos itu pun masih diyakini sebagian masyarakat hingga saat ini. Sebagian lagi hanya menganggap ini legenda saja.

Sebagian yang percaya mitos ini tidak berani mendaki ke Gunung Lawu. Konon katanya bila warga Cepu Blora dan Bojonegoro nekat mendaki Gunung Lawu akan mengalami nasih tragis atau bahkan celaka.

Tak heran mitos ini masih menghantui sebagian masyarakat yang meyakini.

Sejarah Prabu Brawijaya V

Pada masa akhir Kerajaan Majapahit, sekitar 1400 masehi, kerajaan mengalami pasang suruh dalam pemerintahan Prabu Brawijaya V.

Putra Prabu Brawijaya V yang bernama Raden Patah mendirikan kerajaan Islam. Kerajaan itu bernama Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak menjadi kerajaan Islam terbesar di Jawa.

Prabu Brawijaya V gagal membujuk Raden Patah untuk kembali ke kerajaannya dan menolak jika Kerajaan Demak menjadi bawahan Kerajaan Majapahit.

Berawal dari pemberontakan menantunya sendiri, Prabu Brawijaya V pindah ke Kerajaan Demak. Saat itu Raden Patah bermaksud mengajak Prabu Brawijaya V untuk memeluk Islam. Namun Prabu Brawijaya V menolak ajakan tersebut.

Karena Prabu Brawijaya V tidak ingin terus berdebat yang mengakibatkan peperangan dengan anaknya sendiri, dia lantas memilih jalan untuk melarikan diri bersama pengikutnya ke Karanganyar, Jawa Tengah dengan Magetan, Jawa Timur.

Prabu Brawijaya V dan rombongan yang melahirkan diri dikejar rombongan Adipati Cepu hingga ke Puncak Gunung Lawu. Konon Prabu Brawijaya V  mengasingkan diri di salah satu puncak Gunung Lawu yakni Hargo Dalem dan hargo Dumilang.

Saat itulah Prabu Brawijaya V mengeluarkan sumpah kepada Adipati Cepu.

Sumpah Prabu Brawijaya Berisi Larang Warga Cepu Mendaki Gunung Lawu

Inilah sumpah Prabu Brawijaya V saat dikejar Adipati Cepu 

Sawi jining ono anggone wong Cepu utawi turunane Adipati Cepu, tinarak sajroning Gunung Lawu bakale cengeng nasib ciloko, lanagawe bisa lungoing Gunung Lawu.

Sumpah itu berarti:

Jika ada orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu.

Karena sumpah itulah, banyak warga Cepu, Blora, dan Bojonegoro khususnya keturunan dari Adipati Cepu tidak berani mendaki Gunung Lawu. Mereka takut bernasih celaka atau bahkan mati.

Sampai saat ini, masih ada kisah mistis dan kejadian eneh hingga pertemuan dengan makhluk halus masih sering terdengar dari para pendaki yang mengunjung puncak Gunung Lawu yang berada di perbatasan Karanganyar, Jawa Tengah dan Megetang, Jawa Timur.

Gunung yang dikenal 7 Summit of Java ini kerap dikunjungi para pendaki tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga berziarah hingga menggelar ritual.

 

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#bojonegoro #mitos gunung lawu #Prabu Brawijaya V #blora #prabu brawijaya #mitos #Cepu Blora