Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terdampak Efisiensi Anggaran, Ratusan Peserta Pelatihan Kerja di Blora Dibatalkan

Arif Fakhrian Khalim • Senin, 10 Maret 2025 | 15:43 WIB

 

SEMANGAT: Peserta pelatihan menjahit antusias mengikuti pelatihan kerja di Disnaker Blora baru-baru ini.
SEMANGAT: Peserta pelatihan menjahit antusias mengikuti pelatihan kerja di Disnaker Blora baru-baru ini.

BLORA - Dampak efisiensi anggaran berdampak pada peserta balai latihan kerja (BLK) di Kabupaten Blora.

Akibat kebijakan ini pelatihan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terpaksa harus dihentikan.

Kepala Dinperinnaker Blora Endro Budi Darmawan menyampaikan, sebelumya Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang menjatah BLK Kabupaten Blora sebanyak 11 program.

“Sebelum adanya efisiensi anggaran kita (Pemkab Blora) mendapatkan jatah 11 program pelatihan kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, adanya efisiensi anggaran mengakibatkan delapan program pada BLK Blora dihentikan.

Delapan program itu diantaranya, pelatihan batik, pembuatan roti dan kue (tata boga), desain grafis, service sepeda motor, las, menjahit dan tata rias pengantin.

“Desain Grafis itu mendapatkan dua kali jatah di Kabupaten Blora,” tambahnya.

Lebih lanjut, dari delapan program yang dihentikan, setiap satu program memiliki jatah 16 peserta.

Sehingga total jatah yang dihentikan sebanyak 128 kuota peserta pelatihan kerja di Kabupaten Blora.

Endro mengatakan, tiga program yang bersumber dari APBN telah terlaksana di Kabupaten Blora. Diantaranya Tata Boga, menjahit dan tata rias salon.

“Untuk saat ini kita baru dapat melatih 48 peserta dari sebelumya yang ditargetkan sebanyak 176 peserta dari 11 program pelatihan kerja,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengungkapkan masih ada jatah pendidikan dan pelatihan (Diklat) dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu untuk tahun 2025.

“Tahun ini kita mendapatkan jatah 95 peserta. Jumlah itu tertinggi dari jatah yang kita terima dibandingkan dua tahun sebelumnya di 2024 hanya 40 peserta dan 2023 30 peserta),” tuturnya.

Ditambahkan, pada tahun 2024 tercatat warga pencari kerja usia produktif di Kabupaten Blora mencapai 19.801.

Angka tersebut meningkat 2.174 warga dari tahun sebelumnya, pada tahun 2023 terdapat 17.627 warga Blora yang mencari kerja.

“Guna menekan angka itu, kami (Dinperinnaker) akan mengupayakan 9000 lowongan pekerjaan melalui Job Fair tahun 2025,” tambah dia. (ari/ali)

Editor : Ali Mustofa
#lowongan pekerjaan #blk #efisiensi anggaran #kemnaker #blora