Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Temui Titik Terang, Polisi segera Tuntaskan Kasus Kematian Ayah dan Anak di Ngawen Blora 

Eko Santoso • Selasa, 25 Februari 2025 | 22:27 WIB

 

CEK: Petugas dari Polsek Ngawen dan tim Medis dari UPTD Puskesmas Rowobungkul saat mengecek air yang diduga beracun.
CEK: Petugas dari Polsek Ngawen dan tim Medis dari UPTD Puskesmas Rowobungkul saat mengecek air yang diduga beracun.

BLORA – Kasus kematian ayah dan anak di Dukuh Wangil RT 001/RW 002 Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, setelah meminum air masih dalam penanganan pihak berwajib.

Polsek Ngawen menyatakan, saat ini penyelidikan kasus kematian ini temui terang. Dalam waktu dekat pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono. Menurutnya besar kemungkinan akan ada penetapan tersangka.

Kapolsek menjelaskan ada dua warga. Yaitu seorang ayah dan anak meninggal usai meminum air meneral.

Korban yakni Muslikin, 45 dan anaknya Siti, 9, warga Dukuh Wangil RT 001/RW 002 Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen.

Kejadian bermula pada Jum’at 21 Februari 2025. Kejadian bermula sekira pukul 19.30.

Siti melambaikan tangan ke jalan raya untuk meminta tolong sambil berteriak menangis histeris. Lantaran sang ayah, Muslikin sakit di dalam rumah.

Tidak lama kemudian, Maspuah, 49 yang merupakan istri Muslikin yang baru pulang dari sebuah acara turut meminta tolong ke depan jalan raya. Sehingga warga lain pun merapat.

"Sesampainya di depan rumah korban, diketahui bahwa korban satu (Muslikin) sudah tergeletak dengan posisi terlentang di teras depan rumah milik korban dengan mulut sudah berbusa dan tidak sadarkan diri," papar Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono.

Melihat hal tersebut para saksi berusaha untuk mengangkat korban ke dalam rumah dan ditidurkan di kasur ruang tamu.

Korban kemudian dipijat dan digosok dengan menggunakan minyak kampak. Namun Muslikin tak merespon.

Selang 20 menit kemudian, sang anak, Siti tiba-tiba ikut lemas, tak berdaya.

Melihat itu, Maspuah mengambilkan air yang berada di dalam botol air mineral dan kemudian diminumkan ke sang anak.

"Pada saat itu kondisi tubuh dari korban II (Siti) semakin lemas dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Rowobungkul. Sesampainya di Puskesmas Rowobungkul nyawa korban II sudah tidak terselamatkan," terangnya.

Sementara berdasarkan pemeriksaan bidan Desa Sambonganyar, Muslikin juga dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek menyatakan, kini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya dari orang-orang terdekat korban. Termasuk istri korban.

"Saksi yang diperiksa kemarin sudah ada enam," jelas.

Selain itu pihaknya juga masih menunggu hasil laboratorium terkait kepastian penyebab kematian dua orang setelah meminum air mineral.

"Semoga segera beres. Mohon doanya," imbuhnya. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #polisi #blora #air mineral #puskesmas #tersangka #kepolisian