BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menyiapkan lahan seluas 1.200 hektare untuk dikembangkan menjadi Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
Lahan tersebut tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Blora.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora, Bondan Arsiyanti, lahan tersebut sudah ditunjuk sebagai lokasi kawasan industri.
“Kita telah menyiapkan 1.224,24 hektare lahan yang tersebar di 11 kecamatan,” ujarnya.
Sebelas kecamatan yang ditunjuk sebagai lokasi kawasan industri adalah Todanan, Kunduran, Tunjungan, Blora, Jepon, Jiken, Sambong, Cepu, Kedungtuban, Kradenan, dan Jati.
Bondan mengatakan bahwa sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Kabupaten Blora.
“Tiga lokasi sudah diincar investor, yaitu di Desa Sendangwates dan Gagan, Kecamatan Kunduran, serta Desa Adirejo, Tawangrejo, dan Desa Nglangitan, Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan,” ujarnya.
Selain itu, Bondan juga mengatakan bahwa masih ada dua lokasi lain yang menarik bagi investor, yaitu di Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Sambong.
“Dua lokasi tersebut diminati oleh pabrik rokok dan pengolahan minyak,” katanya.
Pemkab Blora juga berencana untuk mengusulkan pembentukan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Blora.
“Dengan demikian, kita dapat menarik lebih banyak investor dan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Blora,” ujarnya.
KEK dapat menjadi alternatif lain dari Kawasan Industri, karena KEK tidak berfokus pada industri saja, tetapi juga dapat menjadi pusat perekonomian baru di Wilayah Kabupaten Blora.
“Di KEK, dapat dibangun tempat hiburan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain,” katanya. (ari)
Editor : Ali Mustofa