Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Gembira! Pasar Hewan Pon Blora dan Pasar Hewan Pahing Randublatung Dibuka Kembali Usai Penutupan Akibat PMK

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 8 Februari 2025 | 00:08 WIB

SEPI: Kondisi Pasar Hewan Pon Blora yang ditutup akibat kasus PMK yang merebak pada awal 2025
SEPI: Kondisi Pasar Hewan Pon Blora yang ditutup akibat kasus PMK yang merebak pada awal 2025

Kerugian Capai Rp 17 Juta, Pedagang Keluhkan Penutupan Berbulan-Bulan

BLORA – Setelah lebih dari satu bulan ditutup akibat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK), dua pasar hewan di Kabupaten Blora akhirnya kembali dibuka.

Pemerintah Kabupaten Blora mencatat kehilangan pendapatan retribusi hingga Rp 17 juta akibat penutupan Pasar Hewan Pon Blora dan Pasar Hewan Pahing Randublatung sejak 9 Januari 2025.

Namun, dengan menurunnya kasus PMK, kedua pasar itu resmi beroperasi kembali mulai Sabtu (8/2).

Kepala Bidang Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Margo Yuwono, menyatakan bahwa pembukaan kembali pasar hewan ini telah mendapat izin dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora.

Data terbaru menunjukkan kasus harian PMK di Blora telah mengalami penurunan signifikan, sehingga pasar hewan dapat kembali beroperasi.

"Sesuai surat dari DP4 Blora, kita sudah diizinkan membuka pasar hewan secara penuh mulai besok pagi.

Progres dua minggu terakhir menurun, kasus harian kecil, dan sudah terkendali, sehingga sudah boleh dibuka," terang Margo Yuwono, Jumat (7/2).

Pedagang dan Peternak Keluhkan Dampak Penutupan

Selama penutupan, dampak ekonomi sangat dirasakan oleh para peternak dan pedagang hewan ternak.

Banyak yang mengeluhkan penurunan pendapatan karena tidak bisa berjualan maupun membeli ternak di pasar.

Bahkan, harga ternak mengalami penurunan yang cukup drastis akibat terbatasnya transaksi jual beli.

Margo Yuwono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan mendengarkan keluhan dari berbagai pihak, termasuk peternak, pedagang, dan paguyuban blantik (makelar ternak).

Menurutnya, selama sebulan terakhir, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan ekonomi akibat penutupan pasar.

“Hari ini tadi kami juga memang banyak yang mengeluhkan sebenarnya, mengeluhkan kenapa tidak segera dibuka.

Kalau keluhan paguyuban itu usaha tidak jalan, keluhan peternak itu harga ternak menurun, dan dari paguyuban ingin segera beraktivitas kembali,” ujar Margo.

Dengan dibukanya kembali pasar hewan, diharapkan aktivitas perdagangan hewan ternak bisa kembali normal dan para pedagang dapat memulihkan usahanya.

Pemerintah pun berjanji akan terus memantau perkembangan situasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#Kasus PMK Blora #Kasus PMK #blora #Pasar Hewan Pon Blora #Pasar Hewan Pahing Randublatung