Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fadli Zon Beri Nilai A untuk Pameran Seabad Pramoedya: Perpaduan Seni Patung dan Sketsa Wajah Pram

Arif Fakhrian Khalim • Kamis, 6 Februari 2025 | 23:42 WIB

APRESIASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat ukiran patung berwajah Pramoedya Ananta Toer di Blora Creative Space.
APRESIASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat ukiran patung berwajah Pramoedya Ananta Toer di Blora Creative Space.

BLORA – Pameran patung dan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer dalam rangka peringatan seabad sang maestro sastra mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Saat mengunjungi Blora Creative Space (BCS), Fadli memuji ajang ini sebagai wadah ekspresi seni yang luar biasa, melibatkan seniman nasional hingga internasional.

“Saya sangat mengapresiasi keberadaan Blora Creative Space. Ini bisa menjadi kantong budaya untuk seni sastra, seni patung, seni rupa, dan berbagai ekspresi seni lainnya,” ujar Fadli Zon saat meninjau pameran.

Menurutnya, Blora memiliki potensi besar untuk melahirkan karya seni berkualitas tinggi.

Apalagi daerah ini dikenal sebagai penghasil kayu jati terbaik, yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan karya seni patung dengan nilai estetika tinggi.

“Blora punya sumber daya jati yang luar biasa. Dengan kreativitas yang terus berkembang, saya optimistis akan lahir lebih banyak karya seni yang mendapat apresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

APRESIASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat lukisan potret wajah Pramoedya Ananta Toer di Blora Creative Space.
APRESIASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat lukisan potret wajah Pramoedya Ananta Toer di Blora Creative Space.

Talenta Lokal Berpeluang Go Internasional

Pameran ini menampilkan berbagai karya dari seniman-seniman berbakat, termasuk yang masih tergolong otodidak.

Fadli Zon menilai bahwa banyak talenta lokal yang hanya butuh sedikit bimbingan dan dorongan agar bisa berkembang lebih jauh.

“Di sini banyak pengrajin yang jika dibina dengan baik bisa menjadi seniman atau budayawan yang mengekspresikan diri mereka dalam karya seni,” kata Fadli.

Ia menekankan pentingnya adanya transfer ilmu dan pengalaman dari para maestro seni kepada seniman-seniman muda di Blora.

Menurutnya, pameran ini bisa menjadi awal dari pembinaan yang lebih serius agar karya-karya mereka semakin diapresiasi secara luas.

“Dari kriya, kerajinan, hingga karya seni, semuanya punya potensi besar. Hanya perlu ada sentuhan dan dialog dengan seniman dan budayawan lain agar karya-karya mereka lebih maksimal,” imbuhnya.

Pram dan Blora: Hubungan yang Tak Terpisahkan

Fadli Zon juga menilai bahwa pameran ini sangat tepat sebagai bagian dari peringatan satu abad Pramoedya Ananta Toer.

Ia menegaskan bahwa Blora selalu menjadi bagian tak terpisahkan dalam karya-karya Pram, mulai dari kumpulan cerpen hingga tetralogi terkenalnya.

“Saya kira sangat pantas jika peringatan seabad Pram dirayakan dengan pameran seni seperti ini.

Pram selalu mengangkat Blora dalam karyanya, dari cerita-cerita awal hingga novel besar di tetralogi Buru. Blora adalah bagian dari jiwa dan inspirasinya,” ujarnya.

Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang sesaat, tetapi juga menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi antara Blora dan para seniman dari berbagai daerah.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Blora bisa berkembang menjadi pusat seni dan budaya yang semakin dikenal luas.

Acara ini menjadi bukti bahwa warisan Pram tak hanya hidup dalam tulisan, tetapi juga dalam berbagai bentuk ekspresi seni yang terus berkembang. (ari)

Editor : Mahendra Aditya
#Pameran patung dan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer #pramoedya ananta toer #blora #fadli zon #arief rohman #Blora Creative Space #Pameran Seabad Pramoedya