BLORA – Sebanyak 2.479 peserta bersaing ketat dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua di Kabupaten Blora.
Mereka harus memperebutkan 1.692 formasi yang tersedia, setelah tahap pertama menyisakan sejumlah kuota kosong.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Blora, Heru Eko Wiyono, mengungkapkan bahwa jumlah peserta seleksi tahap dua merupakan akumulasi dari pelamar yang belum lolos di tahap pertama serta pendaftar baru.
Saat ini, proses seleksi masih berada dalam tahap verifikasi administrasi.
“Tahap kedua ini tersisa sebanyak 1.692 formasi yang belum terisi dari seleksi tahap satu,” ujar Heru.
Rincian kuota yang diperebutkan dalam seleksi ini meliputi 1.136 formasi untuk tenaga pendidik (guru), 60 formasi tenaga kesehatan, dan 1.283 formasi teknis lainnya.
Pendaftaran Diperpanjang Tiga Kali
Antusiasme tinggi dalam seleksi ini juga dipengaruhi oleh kebijakan perpanjangan pendaftaran yang dilakukan hingga tiga kali.
Awalnya, pendaftaran dibuka pada 17 November hingga 31 Desember 2024.
Namun, pemerintah memutuskan untuk memperpanjangnya hingga 7 Januari 2025.
Tak berhenti di situ, perpanjangan kembali dilakukan hingga 14 Januari 2025, dan terakhir ditutup pada 20 Januari 2025.
“Perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta seleksi serta optimalisasi pemenuhan formasi yang tersedia,” terang Heru.
Pada seleksi PPPK 2024 lalu, Pemerintah Kabupaten Blora membuka total 2.472 formasi.
Bagi peserta yang telah dinyatakan lolos pada tahap pertama, saat ini mereka tengah dalam proses pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) sebagai syarat administratif lanjutan sebelum resmi diangkat menjadi PPPK.
Seleksi Tahap Dua Lebih Ketat
Menurut Heru, seleksi tahap kedua ini cenderung lebih kompetitif dibandingkan tahap pertama. Pada tahap awal, formasi lebih diprioritaskan bagi peserta yang telah mengabdi dalam jangka waktu lama, sehingga jumlah pelamarnya lebih sedikit.
“Tahap satu diikuti oleh 1.053 pelamar, namun hanya 1.051 orang yang hadir dalam seleksi.
Dua peserta tidak bisa mengikuti ujian karena mengalami sakit parah dan satu lainnya meninggal dunia,” jelasnya.
Dengan jumlah pelamar yang jauh lebih besar di tahap kedua, persaingan semakin ketat.
Ribuan peserta kini bersiap menjalani tahapan seleksi berikutnya demi mengamankan posisi sebagai PPPK di Kabupaten Blora.
Diharapkan proses seleksi berjalan lancar dan transparan, sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di berbagai sektor pemerintahan.
Pemerintah juga mengimbau para peserta untuk terus memantau perkembangan seleksi dan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan. (ari)
Editor : Mahendra Aditya