BLORA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora telah berjalan enam hari di Kabupaten Blora.
Selama enam hari program tersebut berjalan, dalam satu dapur umum mampu menghabiskan anggaran sekitar Rp 40 juta untuk biaya bahan makanan dan operasional.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora Artika Diannita menyampaikan, anggaran itu bisa dilihat dari indeks yang diberikan untuk program MBG.
Indeks yang diberikan untuk pembelian bahan baku itu Rp 10 ribu.
Serta Rp 4 ribu untuk kebutuhan listrik, air, gaji, sewa, distribusi dan ada biaya perawatan perlengkapan dapur.
“Kalau dikalkulasikan itu ada Rp 14 ribu dikali dengan total pene rima manfaat di Blora sebanyak 3.000. Rata-rata untuk kisaran setiap hari bisa Rp 40 juta,” ucapnya.
Ia mengatakan, untuk pembangunan dapur program MBG itu akan ditambah jumlahnya.
Untuk Kabupaten Blora direncanakan ada 50 dapur yang akan dibangun.
“Hal itu akan dibangun secara bertahap dan berkelanjutan. Agar menjangkau pelajar yang belum merasakan program dari pe merintah,” ujarnya.
Terpisah, Dandim 0721 Blora Letkol Czi Yuli Hartanto membenarkan, bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) merencanakan pemba ngunan 50 dapur di Blora.
Saat ini, satu dapur masih melayani 3.000 siswa yang berada di sekitar perkotaan. Belum menjangkau wilayah-wilayah yang lain.
’’Benar itu rencana BGN Pusat, dalam hal ini untuk pemerataan dan bukan hanya di kota saja,” jelasnya.
Dia menerangkan, BGN merencanakan pembangunan dapur di Blora secara bertahap.
Karena untuk menyiapkan puluhan dapur beserta perlengkapan di sejumlah titik di Blora membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Ini baru rencana, belum tahu kepastiannya seperti apa nanti program ini dari BGN pusat,” tambahnya. (ari/ali)
Editor : Ali Mustofa