BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DindagkopUKM) akan merevitalisasi lima pasar tradisional pada tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk menanggapi keluhan para pedagang terkait kondisi pasar yang sering bocor dan banjir.
Kepala Bidang Pasar DindagkopUKM, Margo Yuwono, mengatakan revitalisasi ini akan menggunakan anggaran yang bersumber dari berbagai pihak, dengan kisaran dana Rp100 juta hingga Rp200 juta per pasar.
Adapun pasar yang akan diperbaiki adalah Pasar Induk Cepu, Pasar Wulung, Pasar Randublatung, Pasar Sido Makmur, dan Pasar Jepon.
“Saat ini masalah utama yang sering dikeluhkan pedagang adalah saluran air yang tidak berfungsi dengan baik serta kebocoran atap. Revitalisasi akan difokuskan pada persoalan tersebut,” ujarnya, Selasa (14/1).
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang tersedia cukup terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu prioritas utama adalah memperbaiki sistem drainase di Pasar Wulung, yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di kawasan tersebut.
“Masalah banjir di Pasar Wulung memang menjadi perhatian kami. Jalan, drainase, dan pasar kerap tergenang air. Tahun ini kami fokus untuk menangani masalah tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Wulung, Kecamatan Kedungtuban, menyampaikan keluhan terkait buruknya sarana dan prasarana di pasar.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa atap pasar banyak yang bocor dan talang air rusak, sehingga mengganggu aktivitas jual beli, terutama saat musim hujan.
“Atapnya bolong-bolong dan talang air rusak. Kalau hujan, air masuk ke dalam pasar sehingga mengganggu pedagang dan pembeli,” ungkapnya.
Selain itu, kondisi drainase yang tersumbat menyebabkan genangan air di beberapa titik pasar.
Hal ini tidak hanya membuat jalanan pasar menjadi becek dan kotor, tetapi juga membahayakan pengunjung.
“Drainase di sini sudah tidak berfungsi. Jalan jadi licin dan berbahaya, apalagi kalau ada yang tidak tahu dan terpeleset,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pasar, mengingat kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai.
“Kami hanya ingin fasilitas pasar ini layak untuk digunakan. Sudah lama tidak ada perbaikan menyeluruh,” harapnya.
Revitalisasi pasar ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (ari/khim)
Editor : Abdul Rokhim