Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Blora Targetkan Pendapatan APBD 2025 Sebesar Rp2,5 Triliun, Ini Alasannya

Arif Fakhrian Khalim • Senin, 6 Januari 2025 | 22:28 WIB
RAPAT: Jajaran OPD Pemkab Blora mengikuti agenda penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2025 di Gua Terawang Ecopark baru-baru ini.
RAPAT: Jajaran OPD Pemkab Blora mengikuti agenda penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2025 di Gua Terawang Ecopark baru-baru ini.

BLORA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menargetkan pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp2,596 triliun.

Angka ini lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp2,68 triliun.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora, Susi Widyorini, mengatakan bahwa total belanja pada APBD 2025 direncanakan sebesar Rp2,831 triliun.

Sementara, total pembiayaan neto diproyeksikan sebesar Rp235,7 miliar, dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dianggarkan nol rupiah.

“Pendapatan transfer daerah mendominasi struktur pendapatan APBD, dengan kontribusi sebesar 81 persen. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya menyumbang sekitar 19 persen,” jelas Susi.

Susi memaparkan bahwa alokasi belanja operasi tahun 2025 direncanakan mencapai Rp1,893 triliun.

Belanja modal diproyeksikan sebesar Rp476 miliar, belanja tidak terduga Rp28 miliar, dan belanja transfer Rp434 miliar.

“Rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan strategis untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan di semua sektor, baik melalui perbaikan regulasi maupun tata kelola pendapatan,” tambahnya.

Untuk pos pengeluaran pembiayaan, Pemkab Blora mengalokasikan Rp10 miliar untuk pembayaran pokok utang dan Rp15 miliar untuk penyertaan modal.

Selain itu, penerimaan SiLPA tahun lalu dianggarkan sebesar Rp45,7 miliar, sementara penerimaan pinjaman daerah direncanakan mencapai Rp215 miliar.

Susi juga menyoroti capaian realisasi APBD 2024, yang berjalan relatif lancar dengan pendapatan mencapai 101 persen dari target dan realisasi belanja sebesar 95 persen.

“Sisa kas pada akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp65 miliar. Capaian ini tidak lepas dari arahan, bimbingan, dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Pemkab Blora optimistis target APBD 2025 dapat tercapai meskipun menghadapi tantangan, terutama dalam meningkatkan kemandirian fiskal dan efisiensi pengelolaan belanja daerah. (ari/zen)

Editor : Abdul Rokhim
#APBD #Target PAD Blora #blora #2025 #pendapatan daerah