BLORA – Dwi Janu Setyani, seorang perempuan dari Desa Balong, Kecamatan Jepon, Blora, menjadi sosok penting dalam gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang baru-baru ini berlangsung.
Tak hanya aktif berpartisipasi, ia juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desanya.
Penunjukannya sebagai Ketua PPS merupakan hasil keputusan bersama melalui musyawarah.
Meski merasa terhormat, ia mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi selama menjabat.
“Ada suka dan dukanya. Rapat hampir setiap hari, rekap nama-nama warga, dan semuanya harus detail tanpa kesalahan,” ujarnya.
Menjelang hari pencoblosan, Dwi mengaku harus menjalani rutinitas yang melelahkan. Pasalnya, rapat siang hingga malam menjadi agenda harian.
Selain itu, ia juga harus melakukan sosialisasi kepada ratusan warga untuk memastikan mereka menggunakan hak pilihnya.
“Berbicara di depan banyak orang awalnya sulit, tapi akhirnya saya terbiasa. Tanggung jawab ini membuat saya berlatih untuk lebih percaya diri,” ungkapnya.
Dedikasi Dwi tak hanya sebatas menjalankan tugas teknis. Ia juga merasa bangga bisa membantu warganya memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu dan pilkada.
“Rasanya senang kalau kehadiran saya bisa membantu warga agar tidak bingung saat hari pencoblosan,” tambahnya.
Perempuan ini tak berhenti bermimpi. Ia berharap suatu saat bisa mengemban amanah yang lebih besar, seperti menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau bahkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora.
“Kalau diberi kesempatan, saya ingin terus berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang bersih dan lancar,” katanya penuh semangat.
Dwi Janu Setyani adalah bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran penting dalam suksesnya pesta demokrasi di Indonesia.
Dengan kerja keras dan dedikasinya, ia memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk ikut aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. (rif/khim)
Editor : Abdul Rokhim