BLORA – Festival Mewarnai menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) 275 Blora dimulai kemarin.
Babak penyisihan ini, diikuti puluhan ribu peserta yang digelar serentak di 16 kecamatan.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Dinas Pendidikan Blora Tulus Prasetyono mengatakan, kegiatan yang digelar Jawa Pos Radar Kudus setiap tahun berturut-turut ini, bagus dan positif untuk usia anak-anak.
Antusiasme anak-anak mengikuti juga sangat luar biasa.
”Kegiatan ini bisa melatih anak-anak untuk berkompetisi dan mengeksplor kemampuan mewarnai dengan tema yang sudah ditentukan. Dengan tema mewarnai tentang berantas stunting ini, kami sangat sepakat, karena memberikan edukasi cara hidup sehat dengan makanan bergizi,” ujarnya.
Ia berharap, semoga nantinya di setiap kecamatan bisa memunculkan anak-anak pelukis yang berdaya saing.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Blora Sulastri mengatakan, festival mewarnai itu, bagus bagi anak-anak usia dini.
Sebab, bisa melatih mengasah bakat serta keberanian anak-anak TK dari kelompok A dan B. juga tingkat PAUD.
Mereka sangat senang dan antusias jika ada lomba mewarnai dengan media koran.
”Ada orang tua yang menemani dan senang melihat anaknya berkompetisi dengan anak lain. Kegiatan ini sangat positif. Sebab, bisa melatih motorik anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Blora Martini mengatakan, kegiatan rutin setiap setiap tahun ini, selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak PAUD.
”Terlebih lagi untuk pelaksanaan lomba mewarnai tahun ini, untuk tingkat kecamatan digelar di sekolah masing-masing. Jadi, anak-anak lebih nyaman. Semoga anak-anak yang berbakat bisa lanjut di tingkat kabupaten yang akan digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati nanti,” ucapnya.
Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Imam Ahmad Syaifudin Zuhri mengatakan, mmelalui kegiatan mewarnai ini, sangat berpotensi dalam memunculkan bakat-bakat seni rupa.
”Anak-anak RA ini kami lihat sangat berpotensi. Allah itu kan suka keindahan dan dengan menggambar itu kan menciptakan keindahan. Minat bakat ini, harus kita kembangkan dan terus dibimbing oleh guru-guru serta wali murid,” tuturnya.
Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Umi Jauhariyati mengaku, antusiasme anak-anak RA bisa dilihat dari bakat memilih warna dan rapi dalam meletakkan warna.
Mereka yang masih umur 4 sampai 6 tahun sudah bisa mewarnai dengan bagus. Semoga bisa meraih juara lagi.
Dona Pangestika, salah satu wali murid dari RA Sukorame mengakui, kegiatan ini sangat positif untuk melatih anak yang kadang malas jika disuruh mewarnai di rumah. Dengan bergaul dan berkompetisi dengan anak lain, bisa motivasi anak.
”Ada hadiahnya itu juga menjadi semangat anak saya untuk mengikuti festival mewarnai ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa sukses dan terus digelar dengan lebih meriah lagi. Biar anak-anak seru dalam belajar dan bersekolah,” harapnya. (ari/lin)
Editor : Ali Mustofa