Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Helikopter Angkut TNI AD Mendarat Darurat di Lahan Persawahan Randublatung Blora Jadi Tontonan Warga, Begini Penampakannya

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 2 November 2024 | 19:03 WIB
PENDARATAN: Helikopter jenis Mi 17 TNI AD mendarat darurat di area persawaahn Desa Kadengan, Randublatung
PENDARATAN: Helikopter jenis Mi 17 TNI AD mendarat darurat di area persawaahn Desa Kadengan, Randublatung

BLORA – Sebuah helikopter milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mendadak mendarat di areal persawahan Dukuh Tindik, Desa Kadengan Kecamatan Randublatung, Sabtu (2/11) pagi.

Helikopter angkut jenis Mi 17 mengalami kerusakan hingga kebocoran pada penampung oli.

Pendaratan darurat helikopter berwarna hijau yang khas dengan corak warna tantara di area persawahan tersebut sontak menjadi perhatian dan tontonan warga.

Karmim, salah seorang warga sekitar yanh mengetahui pendaratan helikopter jenis Mi 17 milik TNI AD mengatakan, warga sempat mendengar suara gemuruh cukup keras dari areal persawahan. 

Saat ia menncari keberadaan suara tersebut, Karmin mengetahui helikopter sudah berada di tanah dan mendarat di area sawah kering.

Menurutnya helikopter itu bagian ekornya terdapat tulisan TNI-AD dan terdapat gambar bendera merah putih

“Bunyinya itu hewer hewer hewer. Penumpang helikopter yang jumlahnya sekitar 10 orang itu langsung turun dan melarang warga melihat helikopter ini secara dekat,” ucapnya.

Sementara itu Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto mengatakan, helikopter bertuliskan TNI AD itu mendarat darurat di areal persawahan warga sekitar pukul 06.30 WIB.

Tak ada korban dalam tragedi pendarat darurat tersebut.

Warga sempat mendengan suara germuruh cukup keras dari langit.

“Dari informasi yang saya terima itu helikopter TNI AD yang berangkat dari Surabaya dan tujuan akhir mendarat di Semarang," ujarnya.

"Saat helikopter mendarat darurat itu dikarenakan ada toruble,” lanjutnya

Ia mengatakan, helikopter yang ditumpangi 10 orang anggota TNI itu trouble dengan kondisi oli bocor atau jebol.

Lokasi pendaratan darurat helikopter sudah dipasangkan garis polisi oleh pihak kepolisian.

“Banyak warga yang melihat kondisi helikopter yang membuat polisi harus membatasi areal persawahan itu," ujarnya.

"Kondisi helikopter saat ini masih dalam tahap perbaikan dan informasinya masih menunggu alat dan suku cadang kiriman dari Semarang,” tuturnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#tni ad #semarang #blora #areal persawahan #helikopter #tontonan warga #mendarat darurat