BLORA - Lowongan pekerjaan yang berasal dari dalam daerah belum pernah dilaporkan perusahaan kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora.
Hal itu membuat Dinperinaker dan pencari kerja kesulitan mengetahui konformasi permintaan serta penawaran tenaga kerja yang tepat sasaran.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dimperinaker Syahardiniarti mengatakan, banyaknya perusahaan yang belum lapor loker kepada Dinperinaker Blora itu mengakibatkan para pencari kerja kesulitan mendapatkan informasi.
Dari pencari kerja akhirnya memilih merantau ke luar daerah.
“Banyak info lowongan pekerjaan yang masuk ke kami itu berasal dari Jepara, Grobogan, Rembang, Pati, dan Semarang. Faktor lain itu biasanya pencari kerja lebih memilih untuk mencari UMK lehih besar daripada Blora,” ujarnya.
Pihaknya menanbahkan, tugas Dinperinaker Blora juga memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memperoleh informasi seluas-luasnya.
Namun, banyak perusahaan, swalayan dan toko sering memberikan informaai kepada portal media lowongan pekerjaan.
“Padahal dari kami menyediakan secara pelaporan, tidak dipungut biaya dan edit postingan sesuai dengan kriteria pencari kerja. Kami juga menawarkan lowongan perusahaan kepada pencari kerja saat membuat kartu kuning di Dinperinaker Blora,”ucapnya.
Ia menjelaskan, sebanyak ribuan orang mencari pekerjaan dengan terbukti pada jumlah pembuatan kartu kuning selama periode Januari hingga Oktober 2024.
Total ada sebanyak 4.842 orang membuat kartu kuning sebagai syarat melamar pekerjaan.
“Mulai dari tingkat pendidikan SD hingga profesi memerlukan kartu kuning ini untuk syarat melamar pekerjaan. Jumlah pembuat kartu kunjnh itu pada tingkat pendidikan SMA, sebanyak 2.976,” jelasnya. (ari/zen)
Editor : Ali Mustofa