BLORA - Lukisan-lukisan dari seniman lokal terpampang di tembok gedung Blora Creative Space.
Tak hanya itu, manuskrip-manuskrip kuno Abad 19 juga tersaji.
Pameran yang melibatkan ragam kesenian itu dihelat sebagai sarana untuk menggairahkan kembali khazanah kesenian dan literasi pesantren.
“Kami ingin menggairahkan seni dan literasi pesantren. Kami memulainya dari menampilkan peninggalan-peninggalan dari generasi sepuh (pesantren),” ujar Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Blora Dalhar Muhammadun.
Ia menyampaikan, berbagai karya seni seperti kaligrafi dan lukisan dengan berbagai tema berjajar mengelilingi ruangan.
Masyarakat yang masuk digedung akan disuguhkan sebanyak 70 karya seni lukis maupun kaligrafi yang dibuat para pelaku kesenian daerah.
“Semua karya yang kami pamerkan milik warga Blora, yang dari luar daerah ada sekitar 5 karya seni,” ungkapnya.
Ia menambahkan, manuskrip-manuskrip kuno pesantren juga dihadirkan.
Seperti Alquran tulisan tangan, salinan kitab nahwu, shorof, tauhid, Fiqh akhir abad 19 dan manuskrip utama berbentuk dokumen muktamar NU ke-4 di Semarang tahun 1929.
Dokumen tersebut memperkuat eksistensi NU Blora pada masa awal dibentuk.
“Ada surat undangan, materi muktamar, pengumuman muktamar, menjadi sumber primer melengkapi sejarah,” ujarnya.(ari/ali)
Editor : Ali Mustofa