BLORA – Calon Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan keprihatinannya atas tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam menggunakan media sosial.
Hal ini menyusul adanya kloning akun dan pencurian logo Blora Sosial Media (Blosmed), sebuah komunitas pegiat media sosial di Blora.
Blosmed selama ini aktif berkontribusi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, termasuk tentang kuliner, wisata, serta capaian dan program Pemerintah Kabupaten Blora.
Blosmed juga kerap berkolaborasi dengan instansi pemerintah dalam berbagai acara dan kegiatan.
Namun, belakangan ini, muncul akun-akun yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan logo Blosmed tanpa izin.
Anang Trijulian, salah satu anggota Blosmed, mengungkapkan bahwa timnya menemukan adanya kloning akun Blosmed.
"Kami mengetahui pagi tadi. Setelah dicek, benar bahwa logo yang digunakan oleh akun-akun tersebut sama persis dengan logo kami, tetapi dengan nama yang berbeda," jelas Anang.
Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa akun-akun tersebut merupakan akun baru dengan jumlah pengikut yang minim. Yang mencurigakan, empat postingan yang dilakukan oleh akun-akun tersebut memiliki isi yang identik adanya indikasi tindakan yang terorganisir.
"Kami jelas dirugikan dengan pengambilan logo kami. Ini pencurian. Kami akan berdiskusi dengan tim dan kemungkinan besar akan menempuh jalur hukum," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang melarang penggandaan dan penggunaan karya tanpa izin pemiliknya.
Arief Rohman, sebagai Calon Bupati Blora, turut menyesalkan kejadian ini.
"Ini adalah contoh buruk dari cara bermedia sosial yang tidak beretika. Saya prihatin," ujar Arief.
Ia juga khawatir jika akun-akun yang dikloning tersebut digunakan untuk kepentingan politik pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat merusak etika politik di Blora.
Kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh Blosmed dan tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan ke ranah hukum untuk melindungi hak cipta komunitas tersebut. (tos/khim)
Editor : Abdul Rokhim