BLORA – Kivell Blora Energy (KBE) bersama BUMD PT Blora Patra Energi (BPE) yang ikut memiliki saham segera reaktivasi sumur minyak tua Wonosemi-01.
Diperkirakan reaktivasi sumur dilakukan Oktober, dan mulai produksi pada November.
Produksi sumur minyak Wonosemi 1 diperkirakan bisa menghasilkan 25-30 barel oil/hari. Atau dalam satuan liter bisa mencapai 3.975-4.770 liter per hari.
Meski belum bisa terbilang besar namun hal ini bisa menjadi angin segar.
General Manager (GM) KVell Blora energi Dedi Rinaldi menjelaskan target produksi sumur yang berada di Kecamatan Banjarejo tersebut bisa dimulai awal November.
Sementara untuk seluruh kegiatan persiapan dilakukan Oktober. Sebagai langkah awal, pihaknya telah sosialisasi kepada masyarakat sekitar pada Kamis lalu (26/9).
"Secara potensi kita hanya aktivasi. Belum produksi jadi ini baru bisa memperkirakan. Sekitar 25-30 barel oil per hari," imbuhnya.
Andai nanti maksimal dan berhasil, pihaknya akan kembali melakukan reaktivasi di sumur lain pada 2025. Dengan target di Kedinding.
"Tergantung hasil aktivasi pertama. Tapi saat ini kami sedang analisa potensi yang ada di sumur bekas Pertamina hingga Belanda juga," paparnya.
Pihaknya telah menyiapkan jalan yang dilalui, mobilisasi peralatan, sampai pembersihan lokasi sumur atau well services dan pengerjaan.
’’Setelah itu, kemudian baru produksi. Dalam produksi, nanti akan dikirim pakai truk. Dari sumur dikirim ke fasilitas Pertamina di Pos Menggung,” ucapnya.
Andai itu terjadi, maka hal ini bisa menjadi sesuatu yang positif. Sebab akan turut berdampak pada pemasukan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Blora.
Sekaligus membuka mata investor untuk berkenan menyuntikan dana ke Blora dalam pengelolaan sumur tua yang jumlahnya ratusan.
Dan menunggu diaktivasi dan dikelola lebih maksimal.
Sementara Komisaris BPE Seno Margo Utomo menyambut baik reaktivasi sumur Wonosemi 01 oleh KBE.
Terlebih dalam reaktivasi ini melibatkan BPE sebagai salah satu pihak pemegang saham.
"Kami sebagai joint company di KBE beryukur dan berharap akselerasi progres reaktivasi ini. Agar segera produksi sehingga bisa menambah PAD ke Blora," ujarnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa