Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menengok Omah Satwa di Blora: Transformasi Hobi Menjadi Wahana Edukasi dan Bisnis

Arif Fakhrian Khalim • Minggu, 22 September 2024 | 22:02 WIB
OMAH SATWA: Angga Cahyo Putro, seorang pecinta satwa, telah mengubah hobi memelihara hewan menjadi sebuah bisnis dan wahana edukasi yang dikenal dengan nama Omah Satwa.
OMAH SATWA: Angga Cahyo Putro, seorang pecinta satwa, telah mengubah hobi memelihara hewan menjadi sebuah bisnis dan wahana edukasi yang dikenal dengan nama Omah Satwa.

BLORA – Angga Cahyo Putro, seorang pecinta satwa, telah mengubah hobi memelihara hewan menjadi sebuah bisnis dan wahana edukasi yang dikenal dengan nama Omah Satwa.

Terletak di kompleks perumahan utara Lapangan Kridosono, Blora, Omah Satwa telah beroperasi sejak 2018 dan kini menjadi rumah bagi berbagai hewan eksotis.

Saat ditemui, Angga, yang akrab disapa, tengah membuat kandang baru untuk koleksi hewan peliharaannya.

Di Omah Satwa, ia membudidayakan berbagai jenis hewan, mulai dari Iguana Albino, Gecko, Ular Piton, hingga Kura-Kura.“Saya sangat menyukai satwa-satwa eksotik. Mereka memang bukan hewan langka, tetapi sangat menarik dari segi bentuknya,” ungkap pria kelahiran 1992 itu.

Awal mula kecintaannya terhadap satwa dimulai dari budidaya ikan hias.

Namun, rasa ingin tahunya mendorong Angga untuk menjelajahi dunia reptil dan mamalia.

“Setelah memelihara ikan, saya merasa ingin lebih dan mulai membeli hewan-hewan lainnya,” katanya.

Keberhasilan budidaya ini mendorong Angga untuk menjual anakan hewan, yang kemudian menjadi sumber pendapatan.

Dengan semangat dan optimisme, ia akhirnya memutuskan untuk mendirikan Omah Satwa sebagai wahana edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

“Beberapa sekolah, seperti TK dan PAUD, sering kami ajak kerja sama untuk edukasi tentang satwa. Kami membawa hewan-hewan untuk dikenalkan kepada siswa,” jelas Angga.

Omah Satwa juga menjadi tempat bagi siswa untuk belajar langsung tentang berbagai jenis hewan.

Angga mengaku bahwa Blora belum memiliki komunitas yang fokus pada satwa, sehingga ia merasa penting untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Dulu ada komunitas musang, tapi bubar. Kami akhirnya mengumpulkan hewan sendiri untuk dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke Omah Satwa, Angga memperkenalkan berbagai jenis hewan, termasuk Krocodes King, yang dikenal sulit perawatannya. Ia menjelaskan bahwa hewan seperti Gecko dan Iguana adalah yang paling mudah diperbanyak dan banyak diminati masyarakat.

Peminat hewan dari Omah Satwa biasanya berasal dari luar kota, termasuk Pati, Rembang, Grobogan, dan Bojonegoro, sementara minat dari warga lokal masih terbilang rendah.

Angga berkomitmen untuk terus membudidayakan hewan-hewan ini karena kecintaannya terhadap satwa.

“Saya juga budidaya tikus putih, yang kadang digunakan sebagai pakan hewan. Jika lebih, saya jual,” tutupnya.

Omah Satwa bukan hanya sekadar tempat untuk memelihara hewan, tetapi juga menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat tentang keanekaragaman satwa. (*/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Angga Cahyo Putro #edukasi #Omah satwa #blora #bisnis