Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok dan Profil Prabu Brawijaya V yang Melarang Warga Cepu Blora Mendaki Gunung Lawu, Ternyata Raja dari Kerajaan Majapahit

Noor Syafaatul Udhma • Senin, 5 Agustus 2024 | 22:12 WIB
Ilustri Candi
Ilustri Candi

RADAR KUDUS – Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerejaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia.

Menurut sejarah, kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293 setelah runtunya Kerajaan Singasari.

Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada 1350 hingga 1389 dengan Mahapatih yang terkenal dengan Sumpah Pala-nya yakni Gajah Mada.

Pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus panglima kerajaan Kerajaan Singasari, Raden Wijaya (1293-1309) merupakan menantu kesayangan dari raja terakhir Singasari, Kertanegara.

Setelah Kertanegara wafat dalam pemberontakan Jayakatwang di 1292 sekaligus menjadi penanda runtuhnya Singasari, Raden Wijaya memutuskan untuk membuat pemerintahan baru yang kelak dikenang sebagai Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit ini memiliki luas wilayah yang luas, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.

Konon, dulu pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Dulu kawasan tersebut merupakan hutan yang berada di tepi Sungai Brantas. Desa tersebut berkembang menjadi kerajaan dengan nama Majapahit.

Salah satu pewaris tahta kerajaan ini yakni Prabu Brawijaya V yang melarang warga Cepu Blora dan Bojonegoro, Jawa Timur mendaki Gunung Lawu.

Sumpah dari Prabu Brawijaya V itulah yang hingga kini diyakini sebagai mitos sekaligus larang mendaki Gunung Lawu bagi warga Cepu Blora dan Bojonegoro, khususunya keturunan dari Adipati Cepu.

 Baca Juga: Awal Mula Mitos Larangan Warga Cepu Blora dan Bojonegoro Naik Gunung Lawu Ternyata Bermula dari Kisah Prabu Brawijaya V  

Baca Juga: Menguak Manusia Kalang di Blora yang Tinggal di Hutan dan Dipercaya Punya Harta Karun, Konon Lebih Tua dari Samin

 

Profil Prabu Brawijaya V

Dikutip dari Babad Jaka Tingkir, Prabu Brawijaya merupakan Raja Majapahit ke-11 Kerajaan Majapahit. Dia memiliki nama kecil yakni Raden Alit yang memang raja terakhir Kerajaan Majapahit.

Dalam Serat Pararaton, Prabu Brawijaya V dikenal dengan sebutan Bhre Kertabhumi yang merupakan raja Kerajaan Majapahit dari Wangsa Rajasa.

Prabu Brawijaya V berkuasa pada 1468 hingga 1478 atau selama 10 tahun.

Hingga saat ini masih ada perdebatan tentang raja terakhir Kerajaan Majapahit. Sebab nama Brawijaya tidak pernah ditemukan dalam prasasti yang memuat nama raja Kerajaan Majapahit. Yang disebut sebagai raja terakhir Kerajaan Majapahit yakni Girindrwarddhana yang konon berkuasa pada 1574-1519.

Prabu Brawijaya dikenal melalui catatan dalam serat dan babad.

Baca Juga: Mitos Warga Cepu Blora dan Bojonegoro Dilarang Mendaki Gunung Lawu: Bermula dari Sumpah Prabu Brawijaya V

Silsilah Raja Kerajaan Majapahit

Sesuai dengan prasasti dan serat serta babad yang ada, berikut silsilah raja Kerajaan Majapahit

  1. Raden Wijaya yang memiliki gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309)
  2. Kalagemet memiliki gelar Sri Jayanegara (1309-1328)
  3. Sri Gitarja bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)
  4. Hayam Wuruk memiliki gelar Sri Rajasanagara (1350-1369)
  5. Wikramawardhana (1389-1429)
  6. Ratu Suhita memiliki gelar Dyah Ayu Kencana Wungu (1429-1447)
  7. Kertawijaya memiliki gelar Brawijaya I (1447-1451)
  8. Rajasawardhana memiliki gelar Brawijaya II (1451-1453)
  9. Purwarisesa atau Girishawardhana memiliki gelar Brawijaya III (1456-1466)
  10. Bhre Pandansalas atau Suraprabhawa bergelar Brawijaya IV (1466-1468)
  11. Bhre Kertabumi memiliki gelar Brawijaya V (1468-1478)
  12. Girindrawardhana bergelar Brawijaya VI (1478-1489)
  13. Patih Udara (1489-1527)

Dari silsilah ini, Bhre Kertabumi atau Prabu Brawijaya V menjadi raja Kerajaan Majapahit ke-11. 


Keluarga Prabu Brawijaya V

Dilansir dari buku terbitan Lembaga Penelitian Pemberdayaan Birokrasi dan Masyarakat Ponorogo berjudul Raden Bathoro Katong menyebut Prabu Brawijaya memiliki 5 istri.

Istrinya bernama Drawati atau Putri Campa, Bondrit Ceara atau Putri Wandan Kuning, Siu Ban Ci atau Puyri Cina, Ni Endang Sasmitapura, dan Putri Bagelen.  

Selain 5 istri, Prabu Brawijaya V juga memiliki banyak selir.
Dari istri dan selir-selirnya, Prabu Brawijaya V konon memiliki 117 keturunan.

Putra putri Prabu Brawijaya V diberi jabaan bupati dan adipati di berbagai wilayah dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit. Ada pula yang dinikahkan dengan penguasa untuk memperkuat wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Dilansir dari laman resmi Desa Jatimulyo, berikut 117 Anak Prabu Brawijaya V

    1. Raden Jaka Dilah atau Aryo Damar – Adipati Palembang

  1. Raden Jaka Pekik atau Harya Jaran Panoleh – Adipati Sumenep
  2. Putri Ratna Pambayun dinikahkan dengan Prabu Srimakurung Handayaningrat
  3. Raden Jata Peteng
  4. Raden Jaka Maya atau Harya Dewa Ketuk – Adipati di Bali
  5. Dewi Manik dinikahkan dengan Hario Sumangsang, Adipati Gagelang
  6. Raden Jaka Prabangkara dikisahkan pergi ke Cina
  7. Raden harya Kuwik –Adipati Borneo atau Kalimantan
  8. Raden Jaka Kutik atau Harya Tarunaba –Adipati Makassar
  9. Raden Jaka Sujalma – Adipati Suralegawa di Blambangan
  10. Raden Surenggana –tewas dalam penyerbuan Demak
  11. Retono Bintara dinikahkan dengan Adipati Nusabarung, Tumenggung Singosaren
  12. Raden Patah – Adipati dan Raja Kerajaan Demak
  13. Raden Bondan Kejawan atau Ki Ageng Tarub III yang menurunkan raja-raja Mataram Islam
  14. Retno Kedaton- moksa di Umbil Kendat Pengging
  15. Retno Kumolo atau Raden Ayu Adipati Jipang menikah dengan Ki Hajar Windusana
  16. Raden Jaka Mulya atau Raden Gajah Permada
  17. Putri Retno Mas Sakti menikah dengan Juru Paningrat
  18. Raden Jaka Bolod
  19. Putri Retno Marlangen menikah dengan AdipatI Lowanu
  20. Putri Retno Setaman menikah dengan Adipati Jaran Panoleh di Gawang
  21. Retno Setapan menikah dengan Bupati Kwdu Wilayah Pengging, Harya Bangah
  22. Raden Jaka Piturun –Adipati Ponorogo dikenal dengan Betara Katong
  23. Raden Gugur moksa di Gunung Lawu
  24. Putri Kaniten menikah dengan Hario Baribin di Madura
  25. Putri Baniraras menikah dengan Hario Pekik di Pengging
  26. Raden Bondan Surati mati obong, tewas di Hutan Lawar Gunung Kidul
  27. Retno Amba menikah dengan Hario Partaka
  28. Retno Kaniraras
  29. Retno Ariwangsa
  30. Raden Harya Suwangsa – Ki Ageng Wotsinim di Kedu
  31. Retno Bukasari
  32. Raden Jaka Dandun
  33. Retno Mundri
  34. Raden Jaka Sander
  35. Raden Jaka Bolod
  36. Raden Jaka Kekurih
  37. Retno Campur
  38. Raden Jaka Dubruk
  39. Raden Jaka Lepih
  40. Raden Jaka Jadhing
  41. Raden Jaka Lanangm
  42. Raden Jaka Wuri
  43. Retno Sekati
  44. Raden Jaka Balarang
  45. Raden Jaka Tuka atau Raden Banyak Wulan
  46. Raden Balurd atau Ki Ageng Mangir I
  47. Raden Jaka Maluda
  48. Raden Jaka Lacung
  49. Retno Rantam
  50. Raden Jaka Jantur
  51. Raden Jaka Semprung
  52. Raden Jaka Lambare
  53. Raden Jaka Umyang
  54. Raden Jaka Sirih
  55. Raden Joko Dolok
  56. Retno Maniwen
  57. Raden Jaka Tambak
  58. Raden Jaka Lawu
  59. Raden Jaka Darong
  60. Raden Jaka Balado
  61. Radar Baladu
  62. Raden Jaka Gurit
  63. Raden Jaka Gurit
  64. Raden Jaka Balang
  65. Raden Jaka Lengis
  66. Raden Jaka Guntur
  67. Raden Jaka Mareng
  68. Raden Jaka Jotang
  69. Raden Jaka Karadu
  70. Raden Jaka Pengalasan
  71. Raden Jaka Dander
  72. Rada Jaka Jenggring
  73. Raden Jaka Haryo
  74. Rades Jaka Pamekas
  75. Raden jaka Krendha
  76. Retna Kentringmanik
  77. Raden Jaka Selembar
  78. Retno Palupi
  79. Raden Jaka Tangkeban
  80. Raden Kudana Wangsa
  81. Raden Jaka Trubus
  82. Raden Jaka Buras
  83. Raden Jaka Lemburu
  84. Raden Jaka Deplang
  85. Raden Jaka Nara
  86. Raden Jaka Panekti
  87. Raden Jaka Penatas
  88. Raden Jaka Raras
  89. Raden Jaka Gatot
  90. Raden Jaka Budu
  91. Raden Jaka Suseno
  92. Raden Jaka Ketuk
  93. Raden Jaka Dalem
  94. Raden Jaka Suwarna
  95. Raden Rasukrama
  96. Raden Jaka Suwanda
  97. Raden Suweda
  98. Raden Jaka Temburu
  99. Raden Jaka Pengawe
  100. Raden Jaka Suwana
  101. Raden Jaka Gapyuk
  102. Raden Jaka Bodo
  103. raden Jaka Wadag
  104. Raden Jaka Wajar
  105. Raden Jaka Bluwo
  106. Raden Jaka Sengara
  107. Raden Jaka Suwida
  108. Raden Jaka Baladur
  109. Raden Jaka Taningkung

111 Raden Reno Kanitren

112. Raden Jaka Sander (Harya Sander)

113. Raden Jaka Delog atau Ki Ageng Jatinom Klaten

114. Raden Jaka Gambyong

Baca Juga: SOSOK Raja Majapahit Prabu Brawijaya V yang Moksa ke Gunung Lawu: Muallaf Berkat Sunan Kalijaga

Itulah sosok dan profil dari Prabu Brawijaya V yang melarang warga Cepu Blora khususnya keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu. 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#gunung lawu #demak #Mojokerto #kerajaan majapahit #cepu #Prabu Brawijaya V #blora #Sumpah #mitos