BLORA – Meski memiliki potensi luar biasa, Gua Terawang yang terletak di Kecamatan Todanan Blora sulit berkembang.
Alasannya lantaran minimnya anggaran pengelolaan, sehingga perlu suntikan investor.
Sejauh ini investor silih berganti melirik, tetapi tak satu pun yang nyantol. Faktornya soal regulasi.
Adanya aturan ketat dari Perum Perhutani yang membuat investor berpikir ulang.
Administratur KPH Blora, Yeni Ernaningsih menyebut pihak Pemkab Kabupaten Blora sendiri sudah mendorong pihaknya untuk mengembangkan potensi Gua Terawang.
Hanya saja dari anggaran KPH sendiri tak mumpuni.
“Anggaran di kami hanya untuk memelihara satwa dan pembiayaan tenaga kebersihan saja,” imbuhnya.
Sementara upaya untuk pengembangan tindak lanjut sulit dilakukan karena keterbatasan anggaran.
“Sebab ketika kami mau mem buat suatu wahana dan sebagainya, dari Perum Perhutani sendiri memang terkendala anggaran,” jelasnya.
Tak hanya itu faktor lain juga mempengaruhi. Misalnya, sempat ada inovasi kecil-kecilan seperti dikasih lampu, tapi malah dirusak hewan di situ.
Untuk itu pihaknya berharap ada investor yang serius. Sebab sudah berkali-kali ada yang tertarik namun mental.
“Memang kami punya ketentuan. Jadi jangka waktunya hanya dua tahun. Kemudian investasinya tidak boleh lebih dari satu miliar,” tuturnya.
Selain itu ketentuan lain yakni tidak boleh merubah fungsi gua dan hutan. Sebab dikhawatirkan akan meganggu ekosistem yang ada.
Sehingga diperlukan peran investor yang tak sekadar mengejar profit. (tos/war)
Editor : Ali Mustofa