BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menyadari pembangunan infrastruktur dan fisik sangat penting.
Namun, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tak kalah penting.
Apalagi menyangkut pendidikan anak, sebagai tabungan investasi masa depan di Kota Sate. Saat ini ada program Sekolah Sisan Ngaji (SSN).
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, salah satu kunci pengentasan kemiskinan adalah melalui pendidikan.
Ada salah satu profesor asli Blora yang rumahnya berada di desa pinggir hutan dan memiliki niat yang gigih.
Akhirnya menjadi profesor. SDM akan menjadi prioritas utama pemerintah untuk didukung dan dikembangkan.
”Kami menangkap fenomena di masyarakat, orang tua ingin anaknya sekolah di swasta yang mengutamakan pendidikan karakter, daripada di SD negeri yang tidak memiliki hal tersebut. Sekolah swasta di Blora ini sampai menolak siswa. Justru di sekolah negeri mengalami kekurangan siswa," ujarnya.
Ia menjelaskan, terkait kurikulum disesuaikan dengan kondisi sekolah dan tingkat sekolah. Tak hanya memuat agama Islam. Melainkan agama-agama lain.
”Disesuaikan kemampuan sekolah masing-masing," imbuhnya.
Ia menyontohkan, dalam kurikulum SSN akan ada jam khusus yang dimasukkan dalam sistem pembelajaran pada umumnya.
Misalnya, pada jam pagi sebelum masuk sekolah diawali Salat Dhuha untuk yang beragama Islam. Kemudian Salawat Nariyah.
Sementara saat siangnya ada salat berjamaah. Serta ditambah dengan jam pembelajaran mengaji, praktik ibadah, hingga pembelajaran akhlak.
Sementara untuk para pengajar akan ada kolaborasi dan singergi dengan berbagai paguyuban yang membawahi kelompok madrasah, taman pendidikan Alquran (TPQ), hingga pesantren.
”Tentu dengan mengoptimalkan peran guru agama. Kemudian guru lain yang bisa mengaji. Di samping itu, kami kerja sama juga dengan paguyuban yang membawahi madrasah diniyah, TPQ, pondok pesantren, untuk suplai SDM. Juga dari kemenag," jelasnya.
”Pada Kurikulum Merdeka, selain menguatkan pemahaman mengenai materi juga mengusung penguatan karakter. Karakter pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berbudi mulia. Karakter ini, menjadi fokus penguatan akhlak pada siswa di Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Melalui SSN itu, bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam penerapan pengetahuan keagamaan yang diselenggarakan pada pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Dengan begitu, siswa dapat mendalami dan mengembangkan sikap dan perilaku religius yang berguna bagi diri dan lingkungan, dalam rangka menunjang pengembangan karakter menuju Profil Pelajar Pancasila.
”Materi SSN nantinya memuat praktik keagamaan bagi siswa dari semua agama yang dianutnya, meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu,” tandasnya.
Output dari program SSN ini, tentang kualitas anak-anak sekolah ke depan. Yakni memiliki bekal ilmu agama, akhlak, dan budi pekerti.
”Hal ini bisa untuk membentengi anak-anak kita ke depan. Karena SDM ini penting. Kami konsen di situ, sehingga lengkap. Ilmu umum sekaligus agama dapat semua," paparnya.
Menurutnya, hal itu juga penting untuk mengalihkan anak-anak dari kebiasaan bermain gadget yang berlebihan.
Dengan adanya pembelajaran tambahan, misalnya seperti hafalan hingga mengaji, bisa menjadi sarana mengisi kegiatan positif.
”Harapannya, perhatian anak ke gadget bisa dialihkan,” harapnya. (ari/lin)
Editor : Ali Mustofa