BLORA - Puskesmas Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya dengan sejumlah inovasi.
Puskesmas Japah memiliki visi menjadi puskesmas dengan pelayanan paripurna menuju masyarakat Japah Mandiri untuk hidup sehat.
Kepala UPTD Puskesmas Japah Anita Kusumaningrum mengatakan, hingga tahun ini terdapat 25 inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Japah.
Mulai dari pelayanan program tekan angka stunting, deteksi gizi anak, program keluarga berencana, gerakan sadar jiwa, serta gerakan pendampingan bagi ibu hamil dan lansia.
“Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas pelayanan tingkat pertama bagi peserta program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Mulai dari pasien anak, remaja, orang tua hingga lansia,” ucapnya.
Dia mengatakan, untuk pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas Japah memiliki inovasi nyeri beres dengan ball compress (nyapress) dan kelas bersalin terencana (kelas beter). Tujuan kedua inovasi itu
untuk terapi nonfarmakologis manajemen nyeri dan menekan angka kematian ibu (AKI) dengan pelaksanaan standar ANC 10T ibu hamil, menekan komplikasi melalui rujukan tepat waktu.
“Untuk mencegah lahirnya anak stunting, kami memiliki inovasi lingkaran Gizi Antropometri SuPriHatin (LIGA-SPH).
Tujuannya sebagai alat untuk memudahkan deteksi dan pengelolaan stunting berbasis masyarakat.
Untuk bayi yang berisiko terkena status gizi stunting ini Puskesmas Japah memiliki inovasi
rujukan kader dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting (rujak pedas), ujarnya.
Anita menambahkan, dalam upaya penekanan stunting di Blora khususnya Kecamatan Japah. Pihaknya
memiliki inovasi entaskan stunting dengan temukan edukasikan laporkan evaluasi sebab rehabilitasi gizi (es teller) yang difokuskan pada 1000 HPK khususnya dan balita umumnya. Pihaknya juga menggandeng partisipasi aktif remaja melalui gerakan remaja peduli stunting (garis penting).
“Untuk mempermudah masyarakat Japah mendapatkan pelayanan kesehatan, kami memiliki tiga inovasi jemput bola.
Meliputi Inovasi Pandemi, Moksa, Kurma DH, dan Detektif TB.
Inovasi pandemi ini untuk memudahkan pasien konsultasi lewat online dan dapat nasihat serta konsultasi melalui WhatsApp.
Inovasi moksa yakni mobil dayng dilengkapi peralatan medis dan tenaga medis yang terlatih.
Untuk Kurma DH yakni inovasi kunjungan rumah pasien diabetus militus dan hipertensi. Terakhir untuk Detektif TB merupakan deteksi dan penjaringan aktif TBC,” jelasnya.
Dia juga menuturkan bahwa Puskesmas Japah memiliki alat yang berguna untuk mendeteksi hipertensi yakni monitoring evaluation card antihipertension (meca).
Tak hanya itu, pelayanan Puskesmas Japah Juga melibatkan masyarakat setempat.
“Kami memiliki inovasi keluarga lindungi dan jaga lansia (kalijaga), untuk melindungi dan menjaga lansia secara mandiri juga untuk keluarga lansia dengan mencegah komplikasi dan kematian pada Lansia, meningkatkan kualitas hidup lansia.
Serta inovasi gerakan sadar jiwa (geraji), inovasi ini ditujukan agar masyarakat lebih peduli terhadap pasien jiwa," tuturnya.
Ia menjelaskan, inovasi lainnya yang dimiliki Puskesmas Japah yakni Massage and Infra Red For Child Cough Infections (micin) yakni pijat dan infra red untuk infeksi batuk anak. Pihaknya juga mempunyai inovasi untuk menekan pencemaran tanah dan air dengan inovasi pengolahan limbah organik (prolanik).
Baca Juga: Wakapolri Komjen Agus Andrianto Pulang Kampung, Ini Kegiatan yang Dilakukan di Blora
“Ada 10 inovasi lainnya meliputi inovasi profilku, Lady Dii, Lampu Kia, Gegana, Ecah, Sidonut, slSera, resesi, Kenangan 4t, dan Gertak Tb. Kami menjalankan inovasi ini dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk mewujudkan, mensukseskan dan menyebarluaskan setiap inovasi yang dimiliki Puskesmas Japah," jelasnya. (*)
Editor : Noor Syafaatul Udhma