BLORA - Banyaknya permasalahan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Blora bakal dibenahi.
Pihak Dinas Pendidikan Blora menuai banyak keluhan dan ketidakadilan ketika proses pendaftaran.
Seperti kasus gagal lolos di sekolah tertentu kemudian pindah sekolah seenaknya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril Huda mengaku adanya ketidakadilan dalam PPDB tahun ini.
Mulai dari permasalahan zonasi, prestasi, dan sistem eliminasi. Banyak orang tua yang mengeluhkan hal itu.
"Ada anak yang tidak keterima di sekolah favorit, akhirnya pindah ke sekolah lainnya. Otomatis dengan masuknya anak itu akan menggeser posisi anak yang lainnya, padahal awalnya masuk perangkingan jadi tidak masuk," ujarnya.
Ke depannya akan kami evaluasi PPDB SD dan SMP dengan jajaran tim dan dewan pengawas pendidikan setiap tahun.
Pihaknya akan menetapkan sistem tegas untuk PPDB hanya boleh memilih beberapa sekolah saja.
"Pandangan sistemnya nanti itu ketika anak tersebut tidak lolos dalam seleksi PPDB sekolah, agar tidak berpindah ke sekolah lain seenaknya. Ketika tidak lolos, anaknya akan menjadi korban. Sehingga pembelajaran bagi orang tua untuk memperhitungkan secara matang kualitas anak dengan sekolah pilihan," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto mengatakan, Senin (22/7) sudah dimulai pembelajaran baru di tingkat SD, SMP hingga SMA.
Sistem PPDB harus harus terus dievaluasi. Tiap sistem yang dibuat pasti ada kekurangan dan kelebihan.
"Saat ini sistem zonasi harus ada evaluasi dan modifikasi sesuai perkembangan di lapangan. Sistem dunia pendidikan saat ini dinamis maka perubahan setiap tahunnya harus ada," ucapnya.
Ia menambahkan, sistem zonasi memudahkan anak-anak yang tinggal di dekat lokasi sekolah namun menyulitkan anak-anak yang domisili jauh.
"Perlu ada riset di lapangan, kemudian evaluasi untuk menemukan sistem PPDB lebih baik ke depannya," tuturnya. (ari/war)
Editor : Abdul Rokhim