BLORA – Pemeliharaan ruang terbuka hijau Alun-alun Blora dimulai pekan ini. Proses kegiatan pengerjaan dijadwalkan selama tiga bulan.
Terhitung mulai Juli hingga Oktober.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Istadi Rusmanto mengatakan, kegiatan revitalisasi alun-alun sudah dimulai sejak Rabu (17/7) lalu.
Alun-alun akan ditata dan dilakukan perbaikan pada shelter yang ditempati pedagang kaki lima (PKL).
”Anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam menata alun-alun itu Rp 548 juta. Untuk jadwal kegiatan pemeliharaan alun-alun ini, 90 hari kalender atau sampai 15 Oktober mendatang," ujarnya.
Ia menjelaskan, penataan alun-alun ini menjadi salah satu arahan dari Bupati Blora Arief Rohman untuk mempercantik pusat kota.
Kawasan yang direvitalisasi nanti dimulai dari bagian selatan alun-alun. Kemudian bertahap mulai dari ubin dan shelter PKL.
”Pada saat ada kegiatan proyek dimulai, para PKL tidak kami pindahkan dari alun-alun. Namun, paguyuban bersedia untuk menata para PKL yang lokasinya direnovasi. Kami serahkan semua penataan PKL kepada paguyuban," jelasnya.
Wakil Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Blora Eny Subekti mengatakan, baru-baru ini pihak paguyuban diundang untuk menghadiri rapat di kantor bupati.
Undangan tersebut, berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan Alun-alun Blora.
”Kami sangat senang dan mendukung Pemkab Blora untuk mempercantik kawasan yang menjadi pusat kota ini. Bagi PKL yang terdampak dengan proyek itu, akan tetap berjualan di bagian sisi utara alun-alun," ucapnya.
Ia menambahkan, anggota paguyuban PKL juga saling mengerti keadaan satu sama lain dalam berjualan.
Pada intinya, PKL senang dengan adanya pemeliharaan alun-alun ini. Artinya, pemkab memperhatikan kondisi pusat kota.
”Rencananya, wilayah selatan dulu dibangun dan ada sekitar 30 PKL terdampak. Kami sudah menyiapkan lokasi pindah dan pedagang bersedia untuk sementara berdesakan," tuturnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa