BLORA – Wacana memasukkan ajaran Samin ke kurikulum pendidikan mencuat dalam acara sarasehan.
Dengan tujuan menyebarkan nilai-nilai luhur ajaran samin kepada generasi penerus.
Acara sarasehan itu sendiri digelar Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kemendikbudristek RI bekerja sama dengan Pemkab Blora.
Sarasehan mengangkat tema ‘Laku Sikep dan Relevansinya di Era Kekinian’ pada Selasa, 9 Juli 2024 bertempat di Pendopo Kabupaten Blora.
Dalam sarasehan ini juga hadir Bagus Widianto serta Anggit Pertiwi, keduanya mewakili Remaja Sedulur Sikep. Diikuti siswa siswi sekolah, masyarakat, hingga mahasiswa.
Direktur Kepercayaan & Masyarakat Adat Kemendikbudristek Syamsul Hadi menjelaskan Sedulur Sikep telah mewariskan nilai-nilai kearifan lokal yang luar biasa.
Seperti memuliakan hubungan antar manusia dan menjalin hubungan baik dengan alam.
"Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan masa kini, sehingga nilai hidup yang dilakoni Sedulur Sikep tersebut patut dipertahankan. Hal ini diperkuat dengan penetapan kearifan lokal Sedulur Sikep sebagai warisan budaya tak benda yang diakui Kemendikbud pada 2019,” ujarnya.
Ia pun menerangkan jika nilai-nilai kearifan lokal itu bisa menjadi landasan utama penguatan karakter.
Di antaranya dengan menyebarluaskan ke generasi penerus.
"Tadi ada komitmen untuk selalu mengangkat Potensi kearifan lokal. Salah satunya memasukan dalam kurikulum pendidikan lewat muatan lokal," paparnya.
Menurutnya langkah itu perlu menggandeng Dinas Pendidikan dengan melibatkan para budayawan dan peneliti yang telah melakukan riset.
Sehingga bisa diambil kisi-kisi untuk diterapkan dalam kurikulum.
"Dikemas kisi-kisinya sesuai kurikulum merdeka," tambahnya.
Sebab pengenalan Samin kepada generasi penerus tak cukup dengan sekedar memakai pakaian adat.
Namun pengetahuan kearifan lokal yang perlu dipelajari, dipahami, dan diterapkan dalam laku hidup.
"Tentunya dibalut dalam kurikulum merdeka. Untuk penerapan muatan lokal diserahkan ke Pemda. Karena Pemda yang tau kearifan lokal. Untuk ini kami dorong agar segera," tuturnya. (tos/zen)
Editor : Ali Mustofa