Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

55 Batang Rel Loco Zaman Belanda di Blora Dicuri Oknum Aparat, Reaktivasi Jalur Kereta Terhambat

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 19 Juni 2024 | 16:08 WIB
BARANG BUKTI: Puluhan rel loko Perhutani yang sengaja dipotong oleh oknum aparat di Kecamatan Sambong, baru-baru ini.
BARANG BUKTI: Puluhan rel loko Perhutani yang sengaja dipotong oleh oknum aparat di Kecamatan Sambong, baru-baru ini.

BLORA - Pencurian sekitar 55 batang rel loco zaman Belanda di wilayah Perhutani Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Cepu menggunakan mesin las.

Pencuri yang menyeret oknum TNI sudah diserahkan ke Sub Denpom Blora.

Pencurian tersebut tentu berdampak pada proses rencana Pemkab Blora untuk reaktivasi rel wisata loco tour.

Wakil Administratur KPH Cepu Lukman Jayadi mengungkapkan, pelaku atau oknum aparat itu berhasil memotong sisa-sisa rel lokomotif sebanyak 55 batang.

Ia dengan delapan petugas Perhutani berhasil menyergap truk dengan muatan besi yang sudah terpotong dengan panjang masing-masing 3 sampai 4 meter. 

"Pada saat tangkap tangan, 30 batang rel sudah dimasukkan ke dalam truk. Sementara, 25 batang rel belum dimasukkan. Tindakan tersebut telah merugikan Perhutani, ditaksir mencapai Rp 20,8 juta," jelasnya. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) A Mahbub Djunaidi melalui Sub Koordinator Pengembangan Inovasi dan Teknologi Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Wawan Dedi Marahendra mengatakan, pihaknya menyesalkan dengan adanya pencurian rel loco di wilayah Perhutani Cepu.

Sebab, jalur rel zaman Belanda tersebut berencana dilakukan reaktivasi untuk menyokong wisata di daerah. 

"Saat ini, rencana tersebut masih terus diusahakan. Tentu, dengan berkurangnya rel loco yang ada di jalur reaktivasi bakal berdampak pada penambahan biaya," ucapnya. 

Ia menambahkan, sebab untuk mengaktifkan rel butuh dana besar.

Karena banyak rel yang hilang dicuri. Salah satu upaya yang sedang dilakukan ke depan dengan menggandeng investor. 

"Pemetaan jalur rel lokomotif sudah selesai. Yakni, di tiga titik. Pertama di titik sentral Loco Tour, Batokan, dan hingga jalur sampai ke Gubuk Payung.' jelasnya. 

"Wewenang Perhutani itu untuk mengawasi rel agar tidak kembali dicuri. Kami sifatnya hanya bekerja sama untuk reaktivasi jalur loco," imbuhnya. (ari/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#kph cepu #Rel loco belanda #blora #oknum tni #Pencurian rel