Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Imbas Jalur Alternatif di Gadon Blora Longsor Bikin Resah Warga, Pemdes Terpaksa Lakukan Hal Ini

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 1 Mei 2024 | 01:55 WIB
JADI SOLUSI: Pemotor melintasi jalan longsor Gadon dengan memanfaatkan jalur sementara yang dibuka warga.
JADI SOLUSI: Pemotor melintasi jalan longsor Gadon dengan memanfaatkan jalur sementara yang dibuka warga.

BLORA – Longsor di jalur alternatif di Desa Gadon, membuat warga resah.

Ini karena mereka harus memutar dengan mengambil jalan yang cukup jauh dan kondisinya berbatu.

Untuk sementara Pemdes dan warga berinisiatif menggunakan lahan warga untuk dibangun akses jalan sampai dengan longsor ditangani.

Agus Handoko warga Desa Gadon mengatakan, jalan alternatif itu sengaja dibuat untuk roda dua atau pemotor yang ingin menuju Desa Panolan, Ngloram, dan Gadon.

Sebab, pengalihan jalur longsor menuju Desa Ngloram itu jalannya jelek dan berbatu.

"Banyak warga khususnya pengendara motor yang protes bannya pecah setiap kali lewat jalur alternatif itu. Maka dari itu pemuda dan warga setempat banyak yang mengeluhkan hal itu ke Kades Gadon," ujarnya.

Kepala Desa Gadon Akup menyampaikan, banyak dari masyarakatnya yang mengeluhkan untuk dibuatkan jalan alternatif selain melewati jalan Desa Ngloram.

Adanya desakan tersebut, pihaknya dengan pemuda setempat melakukan diskusi bersama dengan warga pemilik lahan di sekitar longsoran Desa Gadon untuk dibuatkan jalur alternatif bagi pemotor.

"Dekat longsor itu ada SDN 2 Ngloram, disitu banyak anak-anak yang harus memutar cukup jauh untuk mereka pulang atau pergi ke sekolah. Ditambah banyak petani dan pekerja yang juga harus tersita waktunya untuk mengambil jalur memutar," ujarnya.

Ia mengatakan, pemuda setempat juga mendesak untuk diberikan izin membuka jalur di sekitar longsor, supaya bisa diakses oleh pengendara motor.

Pihak desa kemudian mencari tahu pemilik lahan dan meminta izin.

"Kami kemudian meminta izin kepada pemilik lahan agar warganya bisa melintas tanpa harus memutar di jalur alternatif yang lumayan jauh. Jalan alternatif itu dibangun dan disiapkan secara gotong royong oleh warga setempat," terangnya.

Pihaknya juga sempat meminta saran ke Dinas PUPR Blora untuk mempertimbangkan keluhan yang disampaikan warganya.

Tujuannya untuk tidak mengganggu proses penanggulangan bencana longsor yang dikerjakan oleh BBWS Bengawan Solo.

"Kami menyampaikan pesan warga ke dinas terkait untuk membuka jalur bagi pemotor di dekat kejadian longsor. Lahan yang dipakai juga sudah diizinkan oleh warga yang punya," tuturnya. (ari/ali)

Editor : Ali Mustofa
#akses jalan #warga #jalur alternatif #blora #longsor #bbws bengawan solo #pemotor