BLORA - Beredar informasi di media sosial bahwa Pertalite telah digantikan dengan Pertamax Green.
Pertamina dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) Blora mengaku masih dalam tahap uji coba awal dan belum diterapkan di Jawa Tengah dan khususnya Kabupaten Blora.
Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa salah satu SPBU di wilayah Jakarta Barat telah berhenti menyediakan Pertalite dan menggantinya dengan Pertamax Green dengan harga Rp 13.800/liter.
Kabar tersebut mulai tersebar di masyarakat dan menimbulkan pertanyaan publik, apakah hal serupa akan berlaku di Blora dan sekitarnya.
Kabid Perdagangan DindagkopUKM Siti Masamah mengatakan, kabar tersebut belum diterima pasti kapan akan masuk ke Blora.
Biasanya pihak Pertamina mengajak dinas dan bagian perekonomian untuk melakukan rapat secara online terkait penyaluran jenis bensin baru.
"Biasanya setiap ada yang baru atau informasi awal, Pertamina selalu melakukan sosialisasi kepada kami dan bagian perekonomian. Saat ini masih belum ada untuk kejelasan penyaluran Pertamax Green," ujarnya.
Terpisah, Kepala UPTD Metrologi Legal DindagkopUKM Blora Indah Yuniatik mengakui belum menerima laporan adanya pergantian bahan bakar jenis Pertalite menuju Pertamax Green. Ada 19 SPBU di Blora yang masih menggunakan Pertalite.
"Belum ada laporan resmi dari Pertamina. Kemungkinan masih menyusun rencana penyalurannya dan menghabiskan stok Pertalite juga," ucapnya.
Dari pantauan wartawan di SPBU wilayah Blora, Pertalite masih beredar di SPBU dan dijual kepada masyarakat.
Belum terlihat SPBU yang menjual bahan bakar Pertamax Green. (ari/ali)
Editor : Abdul Rokhim