BLORA – Momen malam takbiran di Kabupaten Blora disambut antusias masyarakat.
Mereka berkeliling desa sembari melantunkan takbir dengan mengarak ogoh-ogoh.
Diantaranya seperti yang dilakukan warga Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo.
Ogoh-ogoh yang diarak itu berbentuk beragam jenis. Mulai dari miniatur masjid, kapal berbentuk kaligrafi, lampion asmaul husna.
Kemudian ada juga yang berbentuk hewan dan makhluk-makhluk serta benda lain.
Beberapa yang berbentuk hewan di antaranya seperti semut merah, tawon, dinosaurus, musang, naga kepala 3, ikan, serigala.
Ada juga yang membuat perahu, pesawat tempur, serta kostum bersayap yang dipakai oleh remaja desa.
Ogoh-ogoh itu dikemas menarik. Seperti dilengkapi lampu-lampu hias. Sebagian ogoh-ogoh bisa dinaiki.
Mereka berjalan beriringan diiringi dengan truk-truk bermuatan sound sistem dengan suara menggelegar.
Untuk menambah kemeriahan ditambah dengan asap-asap mengepul.
Masyarakat tampak antusias melihat di pinggir-pinggir jalan.
Yang lain beriringan berjalan kaki hingga menaiki motor mengikuti ogoh-ogoh yang diarak dari masing-masing dusun menuju balai desa.
Kemudian keliling kembali ke wilayah enam dusun itu. Dan finish di balai desa untuk dilakukan penjurian.
Enam dukuh yang dilintasi itu yakni Sasak Dukuh, Sasak Ngrojo, Sambiroto, Karangnongko, Teleng dan Pojok. Dengan panjang rute 5 kilometer.
Seorang panitia Muhammad Syukron Makmun menyebut takbir keliling itu menjadi momentum memeriahkan malam kemenangan dan sekaligus menjadi ajang kreativitas warga.
"Ini adalah agenda yang digelar rutin tahunan. Pembiayaan takbir keliling ini didapat dari hasil swadaya masyarakat dan sebagian dari pemerintah desa setempat," tambahnya.
Menurutnya masing-masing dukuh mendapatkan Rp 750 ribu untuk pembiayaan pembuatan ogoh-ogoh.
Kemudian ditambah dengan dana swadaya dari masyarakat.
"Persiapan sebelum Ramdan. Karena ini jalan kompetitif, jadi kita ingin menunjukkan yang terbaik. Ada penilaian juri juga karena ini dilombakan. Untuk hadiahnya tropi bergilir, uang tunai," bebernya.
Kepala Desa Buluroto, Margono mengapresiasi kegiatan kreatif tersebut.
Dia menilai perlunya kegiatan ini untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga.
Menjadi wadah agar masyarakat guyub, dan bergotong royong
"Kita membuat kegiatan ini ya untuk menyenangkan masyarakat, terutama pemuda," jelasnya. (tos/ali)
Editor : Ali Mustofa