BLORA - Nasib nahas menimpa dua pemancing di Sungai Ngawen, Blora dalam sehari.
Pemancing pertama tenggelam di Sungai Ngrambah, Jiken dan korban kedua tenggelam di Sungai Talok, Ngawen.
Keduanya diduga tergelincir saat hendak memancing di tempat kejadian perkara yang berbeda namun di jam yang sama.
Hal itu diungkapkan Tim Tanggap Respon Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Tri.
Ia mengatakan, sesuai dengan laporan yang masuk, ada dua korban laka air tenggelam di sungai yang berbeda.
Korban pertama atas nama Andika Pratama warga Kelurahan Ngroto, Cepu yang tenggelam pada Sabtu (7/4) pukul 12.00 siang.
Sedangkan korban kedua disusul oleh anak berusia 10 tahun atas nama Rafa warga Desa Talokwohmojo, Ngawen yang tenggelam pada Sabtu (7/4) pukul 13.30.
"Keduanya diduga ingin pergi memancing di sungai pada siang hari. Alih-alih tidak tahu Medan tebing sungai, keduanya terpeleset dan tenggelam di sungai," ucapnya.
Agung menjelaskan, TRC BPBD Blora saat itu ingin menuju lokasi laka air tenggelam pertama yang ada di Jiken.
Namun, ketika sampai di lokasi tenggelam.
Pihaknya dikabarkan jika ada korban laka air di Kecamatan Ngawen.
Namun, anak kecil yang tenggelam di Ngawen itu cepat ditemukan oleh warga setempat dengan keadaan kondisi lemas dan pucat.
Hal itu diungkapkan Camat Ngawen M Zainuri.
"Saat itu korban hendak memancing di sungai pukul 13.30. Sesampainya di sungai, tiba-tiba korban terpeleset dan tenggelam karena tidak bisa tenggelam. Setelah dicari, selama kurang lebih 30 menit akhirnya sekira pukul 14.30, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak sadar dan pucat," katanya.
Dia menambahkan, setelah korban ditemukan itu Kepala Desa Sendangrejo membawa korban ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan pertolongan.
Sesampainya Puskesmas Ngawen Korban langsung ditangani oleh tim medis.
"Namun, sekira pukul15.00, tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil visum, korban murni meninggal karena tenggelam, karena tidak bisa berenang," tuturnya.
Di daerah lain, tim TRC BPBD Blora tengah berupaya mencari korban kedua dengan nama Andhika Pratama.
Pihaknya sempat mengalami kesusahan menemukan korban yang diduga terpeleset dan tercebur ke Sungai Ngrambah.
"Tim SAR Gabungan melaksanakan proses pencarian dan penyisiran, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pukul 17.50, dengan jarak 5 meter dari lokasi tenggelam. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka yang berada di Kecamatan Cepu dan diserahkan kepada pihak keluarga pukul 19.30," katanya (ari)
Editor : Dzikrina Abdillah