BLORA – Tak hanya mengusung Gus Yusuf untuk nyalon gubernur, di tingkat Kabupaten DPC PKB Kabupaten Blora kembali calonkan Arief Rohman.
Politisi PKB yang kini masih mengemban jabatan sebagai Bupati Blora dinilai sukses dan memiliki elektabilitas tinggi.
Ketua DPC PKB Blora Abdul Hakim menjelaskan pihaknya sudah mengikuti rapat pimpinan wilayah di Semarang. Membahas masalah pilkada. Bersama DPC se-Jateng juga DPW.
"Jadi di Jateng ada tujuh kabupaten yang bisa menyalonkan sendiri tanpa koalisi. Termasuk satu di antaranya kabupaten Blora," katanya.
Hal itu dimungkinkan karena PKB memenuhi ambang batas pencalonan yang mensyaratkan minimal mampu menduduki 20 persen dari keseluruhan kursi dewan.
PKB di Blora berdasarkan rekapitulasi mendapatkan 11 kursi dari 45.
Perolehan itu sudah melebihi batas minimal 20 persen. Yang bila dikalkulasi dalam bentuk kursi dewan minimal harus mendapatkan 9 kursi.
PKB menjadi satu-satunya partai di Blora yang sebenarnya bisa mengusung calon bupati dan wakil tanpa harus berkoalisi.
Sementara pesaing terdekat, PDI P hanya memperoleh 8 kursi. Turun satu kursi dari pemilu 2019.
Sehingga mengharuskan partai itu tetap berkoalisi bila menghendaki menyalonkan bupati dan wakilnya.
Menurutnya untuk penetapan siapa yang akan dicalonkan nantinya putusan akhir ada di DPP.
Sementara DPC akan mengusulkan ke DPW dan diteruskan ke DPP.
Baca Juga: Siapa Sosok KH Baidlowi Lasem yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional? Berikut Profilnya
"Mekanismenya memang kita diharuskan membentuk deks pilkada. Dan rancangan sudah kami siapkan. Nanti kami akan buka pendaftaran," imbuhnya.
Di Blora menurutnya penentuan siapa yang akan diusung untuk nyalon bupati bisa dibuka pendaftaran.
Namun juga bisa tidak. Sebab saat ini ada sosok kuat. Yakni Arief Rohman.
"Kami di DPC mengusulkan dan menghendaki pak Arif maju lagi," katanya.
Menurutnya jika nanti hal itu disetujui dan diterima DPW serta DPP maka pihak DPC tinggal membuka pendaftaran untuk wakilnya saja.
"Untuk wakil sih fleksibel ya. Kami pede mencalonkan pak Arif," tambahnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa