Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sidak Pasar selama Ramadan, Dinkes Blora Temukan Makanan Mengandung Formalin hingga Rhodamin

Eko Santoso • Rabu, 27 Maret 2024 | 02:20 WIB

 

CEK: Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora saat mengetes bahan pangan.
CEK: Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora saat mengetes bahan pangan.

BLORA – Dinas Kesehatan Kabupaten Blora temukan makanan yang mengandung formalin hingga rhodamin atau bahan pewarna tekstil.

Makanan itu didapatkan dari hasil sidak sejumlah pasar selama Ramadan.

Sidak sudah dilakukan di dua pasar besar yang ada di Blora.

Yakni Pasar Sido Makmur dan Pasar Ngawen.

Hal itu dilakukan untuk menjamin beredarnya bahan pangan yang sehat dan tak mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora Edi Widayat menyebut dari sidak yang dilakukan itu ditemukan bahan makanan yang mengandung dua zat berbahaya.

Yakni formalin dan rhodamin alias pewarna tekstil.

"Hari ini kami sidak di Pasar Ngawen ambil 15 sampling. Hasilnya ada tiga yang positif," jelasnya.

Yang positif itu yakni dua bahan makanan berformalin. Dan satu lagi mengandung rhodamin.

Yang mengandung formalin yakni cumi kering dan teri kering.

"Yang satunya kerupuk unyil yang mengandung rhodamin. Yakni zat yang sering digunakan sebagai pewarna tekstil," paparnya.

Menurutnya bila dikonsumsi jangka panjang, dua zat yang terkandung dalam bahan makanan itu akan berimbas pada kesehatan masyarakat.

Sehingga masyarakat perlu hati-hati.

"Di Pasar Sido Makmur kemarin juga sama. Kami temukan bahan makanan yang positif rhodamin," imbuhnya.

Dari temuan itu pihaknya akan berkoordinasi dengan BPOM Provinsi hingga dinas perdagangan.

Sebab untuk kerupuk unyil produsennya tidak di Blora.

Dengan harapan nantinya produk tersebut bisa ditarik dan tidak diedarkan.

"Fokusnya kami coba telusuri produsennya. Karena kalau penjual di pasar ini hanya pedagang kecil. Hanya menjual saja," tambahnya. (tos/war)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Pewarna tekstil #formalin #dinkes #dinas kesehatan #blora