BLORA – Bupati Blora Arief Rohman wacanakan ajaran Samin akan diterapkan masuk ke sekolah-sekolah.
Menurutnya ada banyak nilai-nilai kearifan yang bagus. Seperti laku jujur dan adil.
Hal itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat ikut memeriahkan peringatan 117 tahun perjuangan Samin Surosentiko yang digelar sedulur sikep di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surosentiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Jumat (15/3) malam.
Pihaknya berharap agar ajaran Samin Surosentiko bisa diajarkan di bangku sekolah.
Apalagi, ajaran Samin telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
"Saya juga mendorong ajaran-ajaran Samin ini bisa ditulis. Kalau dibukukan akan memperkaya khasanah anak didik kita," ujarnya.
"Anak sekolah biar tahu. Sebagai muatan lokal biar bisa kita lestarikan ajaran Samin Surosentiko," ucapnya.
Baca Juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya Menurut Pandangan Ulama
Pihaknya pun berharap Samin dan ajarannya bisa mendunia. Bukan hanya dikenal di Indonesia.
Sebab apa yang dilakukan Mbah Samin mencontohkan nilai-nilai yang luhur bagi kehidupan manusia.
Seperti laku jujur, adil, tidak mau mencuri, hingga tidak menyakiti.
Bupati Blora, Arief Rohman juga mengapresiasi kegiatan peringatan tersebut.
Ia pun berharap peringatan perjuangan Mbah Samin ini dijadikan agenda tahunan.
"Atas nama pribadi dan Pemkab Blora, saya mengapresiasi kegiatan ini. Kami minta dukungannya terutama Pemerintah Pusat yang kesempatan kali ini dihadiri perwakilan Dirjen Kebudayaan biar tahun depan bisa laksanakan kembali," ujarnya.
Kita susun kegiatan biar Samin bisa mendunia bukan hanya dikenal di Indonesia," paparnya.
Dikemukakan, Pemkab Blora dan semua jajaran berkomitmen dan terus mendukung segala bentuk kegiatan budaya.
Apalagi melestarikan nilai-nilai ajaran perjuangan para leluhur, utamanya Mbah Samin Surosentiko.
Disampaikan pula, bahwa pendirian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di Randublatung mengabadikan nama Samin Surosentiko.
Hal itu sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan Samin Surosentiko.
"Rumah Sakit Randublatung yang baru kami resmikan beberapa waktu lalu, kami putuskan dinamakan RSUD Samin Surosentiko," ujarnya.
"Itu semua dalam rangka mengenang perjuangan beliau dan Randublatung ini kan merupakan tanah kelahirannya. Semoga ini semua menginspirasi. Terima kasih, rahayu, seger waras," tambahnya. (tos)
Editor : Noor Syafaatul Udhma