BLORA - Setelah sukses di bidang pertanian dengan menyabet gelar kabupaten terinovatif.
Bupati Blora ingin mewujudkan perkebunan buah lokal organik, dengan menyiapkan 55 ribu bantuan benih batang tanaman.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP 4) Blora Ngaliman menjelaskan, setelah sukses dengan program Gerakan Kotak Sejuta Umat yang memanfaatkan kotoran ternak di Blora untuk dijadikan pupuk organik.
DP 4 Blora dihimbau oleh Bupati Blora Arief Rohman untuk terus berinovasi memanfaatkan segala potensi yang ada di Kota Sate.
"Blora sendiri unggul dalam peternakan dan pertanian. Tahun lalu kami membaca peluang adanya trend positif di bidang perkebunan. Terciptalah program Gerbang Blora, yakni gerakan pembangunan buah lokal organik nusantara," jelasnya.
Dia menambahkan, program itu ingin mengangkat produk buah organik lokal dari Blora.
Pihaknya dapat persetujuan dan dukungan dari bupati untuk menciptakan perkebunan buah lokal organik untuk dijadikan sebuah bisnis.
"Awalnya APBD kami tidak mencukupi untuk mencukupi kebutuhan benih batang yang ada," ujarnya.
"Namun, dari Bupati Blora Arief Rohman dapat bantuan sebanyak 11.340 benih batang Jambu air, jambu kristal, kelengkeng, alpukat dan durian berkualitas di 2023," ucapnya.
Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Lilik Setyawan mengatakan, bibit tanaman yang diberikan Bupati Blora Arief Rohman itu kualitasnya tinggi.
Bibit buah-buahan yang bagus itu bersertifikat, dan jenis buahnya mempunyai pasar yang bagus.
Ditambah lagi dengan ditempatkan pada daerah yang sudah mempunyai embrio tanaman buah-buahan.
"Pada 2024 ini, ada tambahan lagi dari bupati sebanyak 44.100 benih," ujarnya.
"Tambahan itu diberikan kepada petani kebun yang berniat mengembangkan bisnis perkebunan buah lokal," ucapnya. (ari/ali)
Editor : Ali Mustofa