BLORA – Meski sudah diusulkan bertahun-tahun, upaya meresmikan nama jalan Pramoedya Ananta Toer masih terganjal.
Peringatan 99 tahun kelahiran Pramoedya akhirnya lewat begitu saja tanpa realisasi.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan terkait usulan jalan itu masih dirapatkan dan terus dibahas.
Sebab rencananya selain Jalan Pramoedya Ananta Toer juga ada usulan nama-nama pahlawan nasional untuk dijadikan nama jalan di Blora.
“Ini masih kita bahas. Sambil menatap jalan lain. Ada usul nama pahlawan nasional untuk jalan di Blora,” katanya.
Untuk Jalan Pramoedya Ananta Toer yang diusulkan yakni jalan dari SMP 5 menuju rumah Pramoedya kecil yang saat ini ditempati Soesilo Toer.
Jalan itu dipilih lantaran selain melintasi rumah tersebut, juga karena dahulu sempat ada patung Mastoer yang merupakan ayah Pram.
“Dulu di situ ada patung Pak Mastoer. Ayah Pramoedya. Nah untuk usulan jalan ini kami juga akan sosialisasikan ke warga,” tambahnya.
Menurutnya dalam renca na tersebut selain memakai tulisan latin Indonesia juga ada pemakaian huruf aksara Jawa.
Salah satu pegiat Perpustakaan Jalanan Blora Alif mengatakan usulan nama Jalan Pramoedya Ananta Toer sudah lama. Sejak 2010 lalu.
Bahkan yang mengusulkan salah satunya adik Pram sendiri yakni Soesilo Toer.
“Apa sih susahnya? Harapan nya segera lah. Jangan sampai jadi isu tahunan saja. Pram berhak mendapat kan itu,” harapnya.
Menurutnya, Pram pantas mendapatkannya karena sudah mengharumkan nama Blora dan Indonesia di kancah internasional melalui karya-karyanya.
Sehingga sudah sepantasnya Pram diapresiasi. Sehingga mengenang nama Pram lewat jalan bisa menjadi langkah kecil untuk menunjukkan apresiasi itu.
Sekaligus upaya agar masyarakat dan generasi sekarang makin familiar dengan Pramoedya Ananta Toer. (tos/war)
Editor : Ali Mustofa