BLORA – Dalam rangka membangun lagi Pasar Ngawen yang terbakar, Bupati Blora H Arief Rohman gerak cepat.
Salah satunya dengan mendatangi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI).
Bupati didampingi Kepala Dindagkop UKM Blora Kiswoyo meminta bantuan untuk pemulihan pasar itu.
Di Kementerian Perdagangan, Bupati Arief diterima oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugyatmo.
Kepada kedua pejabat itu, Arief melaporkan kejadian kebakaran Pasar Ngawen.
Pasar itu, dulunya merupakan hasil bantuan dari Kementerian Perdagangan pada 2017.
”Besar harapan kami Kementerian Perdagangan bisa membantu skema pembangunan ulang Pasar Ngawen. Diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 25 miliar,’’ ungkapnya.
Diketahui, Pasar Ngawen terbakar pada Selasa (9/1) sekitar pukul 14.00.
Kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Hingga mencapai Rp 30 miliar.
Pada kejadian yang belum diketahui penyebabnya itu, ada 1.010 pedagang yang kiosnya terbakar.
Menyadari bahwa untuk membangun lagi Pasar Ngawen butuh dana besar, bisa mencapai puluhan miliar rupiah, Arief Rohman mengambil jalur langit untuk mencari solusi.
Untuk solusi jangka Panjang itu, bupati minta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora segera membuat surat pengajuan bantuan pembangunan pasar yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan.
”Karena kebutuhan pembangunan pasar ini nilainya besar. Kami mengajukan permohonan anggaran pembangunan pasar ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Setelah dari Kementerian Perdagangan, Arief juga mampir di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia bertemu dengan sahabat lama Lucky H Korah, yang pernah menjadi sektretaris menteri (sesmen) Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) dan kini menjadi tenaga ahli Kementerian PUPR bidang Sumber Daya Alam (SDA).
Juga ada Airlangga Mardjono yang merupakan diaspora Blora.
Termasuk ada Muhammad Adil Rizaldi yang menjabat sebagai direktur Bina Operasi dan pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) yang pernah menjadi kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Sementara itu, saat di Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian PUPR, Arief bertemu dengan Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Krisno Yuono.
Tak hanya itu, Bupati Blora Arief Rohman juga bersilaturahim dengan Bayu Khrisnamurthi yang kini menjabat sebagai direktur utama (dirut) Perum Bulog.
Bayu mempunyai darah Blora. Ibunya asli Kecamatana Ngawen.
Juga pernah menjadi wakil menteri Perdagangan (wamendag), wakil menteri Pertanian, komisaris Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (perusahaan distribusi dan perdagangan), dan masih aktif sebagai guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, Bupati Arief berharap Bayu Khrisnamurthi bisa membantu dalam upaya pembangunan Pasar Ngawen.
Dulu Pasar Ngawen bisa dibangun salah satunya juga didukung dirut Perum Bulog. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa