BLORA - Kesenian wayang yang terbuat dari kayu berbentuk kecil dan pipih itu berhasil digelar meriah.
Kesenian Jawa yang sudah jarang ditemui itu dipentaskan pada Hari Ulang Tahun ke-274 Blora. Sebagai wujud Nguri-uri Budoyo.
Menurut pantauan Jawa Pos Radar Kudus, antusiasme masyarakat dalam melihat pergelaran tersebut terbukti dengan penuhnya pelataran Alun-alun Blora.
Penonton pagelaran itu tidak hanya usia tua, para remaja, anak-anak dan penggiat budaya juga hadir melihat kesenian tersebut.
Ki Dalang Wayang Krucil Nuryanto mengatakan, untuk memeriahkan hari jadi ke-274 Blora dengan tema Nguri-uri Budoyo Hingga Desa maka pergelaran kesenian wayang krucil dengan lakon 'Adeking Kabupaten Blora' ini dipentaskan saat malam hari.
"Kesenian wayang krucil ini hiburan lama. Antusiasme masyarakat kebanyakan diawali dari penasaran dan tertarik untuk menonton," ujarnya.
Ketua Dewan Kebudayaan Blora, Dalhar Muhamadun menjelaskan, adanya pementasan wayang krucil itu bisa menghibur warga sekaligus menghidupkan satu per satu potensi seni budaya Blora.
Pementasan wayang krucil ini digelar di Alun-alun Blora untuk memikat hati warga pusat kota dalam mengenal budaya Jawa.
"Pementasan ini sebagai upaya tombo kangen sejak tahun 1970 belum pernah ada pagelaran wayang krucil di Kabupaten Blora," tuturnya.
"Syukur Bupati Blora Arief Rohman bisa mewujudkan rasa kangen penggiat seni di Kabupaten Blora. Di samping itu, untuk mengenalkan kepada generasi muda terhadap kesenian wayang krucil," lanjutnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa