Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembangunan Rampung, Warga Pertanyakan Fungsi Plang di Atas Jembatan Badong Blora, Ini Alasannya

Eko Santoso • Jumat, 24 November 2023 | 21:37 WIB


LEWAT: Pengendara saat melintas di Jembatan Badong yang selesai dibangun.
LEWAT: Pengendara saat melintas di Jembatan Badong yang selesai dibangun.


BLORA - Usai rampungnya pembangunan jembatan Badong di ruas Jalan Blora-Randublatung menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat.

Terutama terkait plang melengkung di atas jembatan. Karena dianggap tidak berfungsi.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, jembatan yang menelan anggaran Rp 4,7 Miliar itu memang cukup unik.

Hal itu terlihata pada plang melengkung di atas jembatan yang terbuat dari besi yang diberi warna hijau dan merah seperti kanopi besar.

Baca Juga: Kabar Baik! Bandara Ngloram Blora Mulai Layani Penerbangan Jamaah Umroh ke Halim Perdana Kusuma

Seorang warga setempat Lilik menyebut, plang tersebut justru menimbulkan tanda tanya.

Sebab, menurutnya plang itu dinilai terlalu besar sehingga nampak tak serasi.

"Kalau setahu saya di beberapa daerah ada begitu. Tapi menjadi bagian infrastruktur. Kalau ini tidak. Jadi terkesan tak ada manfaatnya," imbuhnya.

Baca Juga: Begini Sejarah Akademi Penerbangan Banyuwangi yang Direncanakan Membuka Pendidikan di Blora

Selain itu, warna plang melengkung itu dinilai juga tak sinkron dengan jembatan. Sebab terlalu mencolok.

Pihaknya menyarankan alangkah baiknya ada tiyang-tiyang pinggir jembatan untuk lampu penerangan sehingga lebih bermanfaat.

Kepala Dinas PUPR Blora, Samgautama Karnajaya, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Yudi Kristiawan menerangkan, terkait plang melengkung di atas jembatan yang dipertanyakan warga, menurutnya itu hanya ornamen.

Lebih lanjut, kata Samgautama, di beberapa daerah juga ada penerapan serupa. Ada yang sifatnya dua dimensi hingga tiga dimensi.

"Di Bojonegoro itu tiga dimensi. Sekaligus jadi bagian konstruksi. Kalau demikian anggaran cukup besar. Sementara untuk Badong anggaran tidak terlalu besar. Sehingga hanya dibuat ornamen," jelasnya.

Baca Juga: Shelter PKL di Alun-alun Blora Memprihatinkan : Kondisinya Lapuk, Berkarat, hingga Tak Beratap

Pihaknya menambahkan, plang melengkung yang ada saat ini nantinya bisa untuk dijadikan ikon masuk kota Blora lewat wilayah selatan karena belum ada batas kotanya.

"Jadi memang bukan bagian dari konstruksi bangunan jembatan," katanya. (tos/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#jembatan badong #warga #fungsi #blora #plang