Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Purworejo Gagas Desa Wisata Berbasis Seni dan Budaya di Blora, Begini Tujuannya

Eko Santoso • Minggu, 22 Oktober 2023 | 21:53 WIB

 

SEMANGAT: Lasmono, perajin wayang kulit di Desa Purwosari, Blora, saat menunjukkan hasil kreasinya.
SEMANGAT: Lasmono, perajin wayang kulit di Desa Purwosari, Blora, saat menunjukkan hasil kreasinya.

 

 

BLORA - Banyaknya seniman di Desa Purwosari, Kecamatan Blora membuat pemerintah desa berupaya memfasilitasi.

Di antaranya dengan menggagas desa wisata berbasis seni dan budaya.

Namun upaya tersebut perlu dukungan dari dinas dan pemerintah kabupaten. 

Kepala Desa Purwosari, Anisa Widi Rumdhani menyebut desa tersebut bisa dibilang memiliki kesenian lengkap.

Mulai dari adanya perajin wayang kulit, pelukis, seniman barongan, grup karawitan, ketoprak, hingga sanggar seni. 

"Perhatian dari desa terhadap seniman, yakni dengan memberikan fasilitas berupa panggung yang disebut Pasar Seni yang rutin memberikan ruang dan akses untuk tampil ke publik," katanya. 

Pasar Seni itu dilakukan di desa. Dalam acara tersebut dibentuk wisata kecil yang menampilkan gelaran dan panggung kesenian bagi para seniman mulai dari ketoprak, Barongan, tari, karawitan dan lainnya.

Hal itu dikemas dengan menampilkan produk-produk UMKM warga yang dipajang di pinggir acara.

"Sebelum Covid-19 berjalan lancar. Namun setelah ada Covid-19, berhenti. Tahun depan akan kami rintis kembali," tuturnya. 

Berlatar dengan kekayaan seni dan budaya yang ada di Desa Purwosari, ia bertekad akan mengembangkan wisata berbasis kesenian itu. Baik dalam wujud desa wisata ataupun wisata desa. 

"Harapannya ada perhatian khusus untuk senimannya untuk pengembangan wisata di Purwosari. Kami mohon dinas terkait bisa mengirim tenaga ahli sehingga bisa mengarahkan dan mendampingi kami untuk proses menjadi wisata desa atau desa wisata berbasis seni dan budaya," tambahnya. 

Selain itu, ia berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten maupun pusat terhadap para pelaku seni tersebut. Baik yang sifatnya fisik maupun moril. 

"Misalnya dalam bentuk lain seperti fasilitas untuk bisa tampil," tambahnya. 

Seorang seniman perajin wayang kulit Lasmono mengaku sudah belajar membuat wayang kulit sejak 1980. Artinya sejauh ini ia sudah berkrya selama puluhan tahun. 

"Saya begini karena punya tujuan ingin melestarikan wayang. Sebab itu Identitas kita sebagai orang Jawa," imbuhnya. (tos/war)

 

 

Editor : Ali Mustofa
#pasar seni #blora #seniman #desa wisata