BLORA - Kasus bunuh diri kembali menggegerkan warga Blora. Tak sampai 24 jam, terdapat dua kasus bunuh diri di Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Randublatung.
Dua korban tersebut adalah perempuan berinisial K warga Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan dan laki-laki berinisial J warga Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
Lebih lanjut, keduanya mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama yaitu gantung diri.
Serta, keduanya memiliki riwayat penyakit yang diduga menjadi alasan kuat mereka mengakhiri hidupnya dengan cara tak senonoh.
Kapolsek Tunjungan, AKP Nur Dwi Edie, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kasus bunuh diri sekitar 6 sore, Senin lalu (11/8) atau menjelang maghrib.
‘’Awalnya menantunya menghidupkan lampu, dan tidak melihat keberadaan korban dirumah itu, hingga berusaha mencari korban di dalam kamarnya. Setelah itu kedapatan sudah tergantung tak bernyawa di dalam kamar,’’ jelasnya.
Ia juga menjelaskan, menurut kesaksian warga sekitar, korban hidup sendirian dan memiliki riwayat penyakit dalam.
‘’Tidak ada bukti atau bekas penganiayaan. Murni bunuh diri. Si K ini berusia 60 tahun dan katanya punya sakit dalam. Sehari-hari dirumah sendirian,’’ tuturnya.
Selanjutnya, terkait kasus bunuh diri pria paruh baya yang merupakan warga Desa Kediren, Randublatung, Kapolsek setempat buka suara.
AKP Pujiono, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan.
Pihaknya mendapatkan laporan bunuh diri pada Selasa (12/9) sekitar pukul 5 pagi.
‘’Kemungkinan korban gantung diri karena depresi akibat sakit lambung yang menahun tidak kunjung sembuh,’’ jelasnya.
Warga Desa Kediren Sudarsono, mengatakan, korban ditemukan tergantung tak bernyawa saat fajar tiba. Kami lapor pihak berwajib,’’ terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinsos P3A setempat, Luluk Kusuma, masih belum bisa memberikan konfirmasi. (ari)
Editor : Ali Mustofa